Sunday, November 27, 2016

Biografi Iwan Fals-1 : Penyanyi Legendaris dengan Karya Mengandung Kritik Sosial

  No comments


Virgiawan Listianto atau lebih dikenal dengan Iwan Fals adalah penyanyi legendaris yang menyeimbangkan antara keluarga, lingkungan , dan penghuni Leuwinanggung  tempat penyanyi legendaris ini tinggal. Kemampuan penyanyi legendaris ini berhasil membuatnya bertahan ditengah pesatnya industri musik. Pada rumah seluas dua hektar ini, penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini membangun usaha Tiga Rambu yang berdiri dibidang impresariat/entertaiment. Rumah ini memiliki studio yang lengkap dengan alatnya. Awalnya studio ini dibangun untuk almarhum Galang Rambu Anarki agar dapat bermusik bersama temannya dirumah. Namun, karena sang putra harus menemui yang Maha Kuasa akhirnya dilanjutkan oleh penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini. Selain itu, terdapat panggung untk pertunjukan musik. Jadi, penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini memusatkan seluruh kegiatan dirumah yang didukung oleh sang istri. Dengan begitu, belliau dapat bekerja sambil mengawasi orang-orang yang penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini kasihi.
iwan fals, penyanyi, legendaris, kritik sosial, orang indonesia, tiga rambu
Iwan Fals
sumber : https://goo.gl/fICSsF


Penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini mengadakan konser pada awal Maret 2014 yang bertemakan Pelangi. Tema ini ini diambil karena pelangi berarti dapat menciptakan keanekaragaman. Konser yang diakan penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini berhasil menyedot 3500 penonton. 



Keluarga tidak terlepas dari kesuksesan yang diraih penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini. Putri beliau Annisa Cikal Rambu Bassae menjadi  orang yang penting dalam setiap pertunjukan untuk mengatur dinamika pertunjukan. Sedangkan istri dari penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini Yos  Rosanna akan menyeleksi setiap orang yang ingin berduet bersama Iwan Fals, menjadi pemimpin organisasi masyarakat  yang terdiri dari penggemar beliau, dan menerima pemasukan dari acara yang dilaksanakan. Sedangkan sang putra bungsu Raya Rambu Rabbani menjadi hakim dikehidupan sehari-harinya. Tidak jarang beliau ditegur karena berperilaku kekanak-kanakan diumur beliau yang sekarang ini.
iwan fals, penyanyi, legendaris, kritik sosial, orang indonesia, tiga rambu
Iwan Fals dan Keluarga
sumber : https://goo.gl/jQ8KKl

Saya yakin lahirnya Indonesia dari situ, dari kritik maksudnya. Tanpa kriitik Jepang, Belanda mungkin masih terus disini. Jadi penting.
Penyanyi legendaris kelahiran 3 September 1961 ini memiliki keunikan yang selalu membuat namanya tidak luntur dimata masyarakat. Musiknya penuh kritik pada Orde Baru sempat membuatnya dicekal. Tetapi bagi penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini, kata-kata yang disampaikan lewat lagu bukanlah sebuah kritik, melainkan curahan isi hati dari beliau sendiri yang dituangkan dalam lirik-lirik yang dapat dinikmati para masyarakat Indonesia.  Rahasia musik dardi penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini adalah berusaha menghayato kehidupan. Emosi yang dapat dibuat sedemikian rupa terinspirasi dari mimpi dan kehidupan yang dialami langsung.  Musik sebagai salah satu media untuk menyampaikan kritik kepada tkoh-tokoh pemerintahan di negeri ini. Seperti perkataan penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial,  “Saya yakin lahirnya Indonesia dari situ, dari kritik maksudnya. Tanpa kriitik Jepang, Belanda mungkin masih terus disini. Jadi penting.”

Saya tidak suka orang  ditindas karena saya tidak suka ditindas, saya tidak mau melihat tentara yang cengeng yangg menyiksa orang semena-mena dan tidak membela rakyat, Wakil Rakyat yang tidur, Mahasiswa yang beli skripsi tidak mikir sendiri, saya buatkan lagu.
Lagu bagi penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial hanya curahatan hati yang sudah dianggap sebagai anak dan merupakan bagian dari kehidupannya. Tidak sedikitpun pikiran menggunakan musik sebagai alat kritik. Saya tidak suka orang  ditindas karena saya tidak suka ditindas, saya tidak mau melihat tentara yangg cengeng yangg menyiksa orang semena-mena dan tidak membela rakyat, Wakil Rakyat yang tidur, Mahasiswa yang beli skripsi tidak mikir sendiri, saya buatkan lagu”, kata penyanyi legendaris dengan karya mengandung kritik sosial ini. 

Bersambung...

Referensi :
Satu Indonesia - Iwan Fals 


Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!

No comments :

Post a Comment