Showing posts with label sukses. Show all posts

Monday, December 19, 2016

Biografi singkat Kusumo Martanto, Sang CEO Bli bli.com

  3 comments
2:24 AM

                Suatu perusahaan tidaklah didirikan dengan mudah, perusahaan yang bagus dibangun dengan pondasi dan rancangan yang matang, seperti juga pada perusahaan startup, tidaklah mudah dalam mendirikan perusahaan Startup banyak perusahaan yang gagal karena rancangan yang gagal dan kurangnya pengalam pada dunia startup, dalam hal ini perusahaan sukses juga tidaklah di dirikan oleh orang yang sembarangn, contohnya perusahaan Startup Bli Bli.com yang pada artikel kali ini akan saya ceritakan.


Profil Kusumo Martanto Pendiri Bli Bli.com

            Nama situs belanja online Blibli.com, semakin banyak dikenal dan diperhitungkan beberapa tahun belakangan ini. Hal ini tidak terlepas dari peran Kusumo Martanto yang resmi menjadi Chief Executive Officer (CEO) di PT Global Digital Niaga (GDN), yang merupakan anak usaha PT Global Digital Prima (GDP) Venture dari Grup Djarum sekaligus menjadi Chief Operating officer (COO) di sana, sejak Maret 2010, berbekal pengalaman yang panjang di perusahaan teknologi dan manufaktur, lelaki asal Semarang ini berani masuk ke bidang ecommerce. Selama 17 tahun berkarier di luar negeri dengan menempati berbagai posisi, mulai dari tenaga engineer sampai program manager. Ia sendiri menamatkan gelar Strata 1 (S-1) dan Strata 2 (S-2)-nya di Amerika Serikat.



                Kusumo menghabiskan  waktu dari tahun 1992-1995 untuk menyelesaikan pendidikan Teknik Industri di Iowa State University Amerika Serikat dan dinyatakan lulus dengan meraih gelar Bachelor of Science dengan meraih Highest Distinction and Honor in Industrial Engineering.
            Memegang sertifikat sarjana dari luar negeri membuat Kusumo mendapat banyak tawaran pekerjaan dari perusahaan dalam negeri. Sempat berpikir untuk mencoba peruntungan karier pertamanya di Indonesia. Namun, ternyata takdir membawa Kusumo kembali ke negeri Paman Sam untuk menimba ilmu S-2 setelah mendapatkan beasiswa.

Kusumo mengambil program pascasarjana Master of Science di bidang Teknik Industri di Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika Serikat. Kusumo kembali lulus dengan menyandang prestasi terbaik dan menyabet Certified Supply Chain Professional (SCP) pada 1997.

            Salah satu alasannya untuk kembali ke tanah air setelah 17 tahun berada di Amerika Serikat adalah karena ia ingin mencoba berkarier profesional di negeri kelahirannya. Pengalamanya sebagai manajer di Intel, menjadi pertimbangan PT Djarum merekrut Kusumo sebagai Business Development & Diversification Manager.

            Berkat keteguhannya, karier Kusumo semakin bersinar pasca ditunjuk menjadi CEO di PT. GDN dan COO di PT.GDP Venture pada Maret 2010, yang merupakan anak usaha PT Djarum. Tidak cuma itu, ia juga diminta untuk menjadi Senior Business Development Manager PT Djarum mulai Januari 2011 hingga saat ini. Kinerja yang memuaskan dan membanggakan di PT. Djarum, membuat Kusumo naik level lebih cepat dari yang ia perkirakan.

Saat itu, perusahaan tempatnya berkarier sedang terpikat dengan bisnsi ecommerce, dan akhirnya pun diputuskan untuk membuat Blibli.com. Kusumo langsung ditunjuk menjadi CEO-nya, dan diminta untuk membuat konsep serta bagaimana timnya.

Kusumo memilih membangun sistem kerja baru, yang lebih segar dalam tim Blibli.com. Dengan mengombinasikan budaya dari luar negeri yang menurutnya bagus untuk ditiru, dan disesuaikan dengan budaya di tanah air. “Saya berusaha mengombinasikan dua iklim kerja ini,” katanya.

Konsep mall online dianggap sebagai terobosan baru dalam memenangkan pasar ecommerce. Konsep inilah yang berhasil membangun citra Blibli.com semakin baik. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim yang berhasil ia bangun. Ia merasa klop dengan tim yang ia ajak dari nol itu.

Tercatat, Blibli.com sudah berkembang pesat tujuh kali lipat, sejak dari situs ini mulai dibangun. Diakui Kusumo, beragam cara yang dilakukan tidak lepas dari strategi yang baik dalam mengambil posisi berada di tengah pasar online. “Dengan menyasar sektor unit kecil dan menengah (UKM), menjadi terobosan baru dalam mendapat hati semua kalangan pembeli online,” katanya menutup obrolan. (MCF).

Untuk kelanjutan bagaimana Kusumo Martanto berhasil mendirikan sebuah perusahaan Starup tersukses di indonesia tunggu artikel selanjutnnya, See you Tomorrow....


Read More

Friday, December 16, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  No comments
3:49 AM

Inilah bagian akhir dari biografi Didik Nini Thowok  Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia . Pada bagian ini menceritakan tentang kisah beliau memilih tarian cross gender.

cross gender, penari, maestro tari, keliling dunia, sukses, yogyakarta, temanggung
Didik sebagai Penari Cross Gender

•    Tarian Cross Gender
Didik Nini Thowok, maestro tari yang dikenal dengan tarian cross gender. Tarian ini dipilihnya karena saat belajar tari di Temanggung, sang guru mengatakan jika Didik menari sebagai laki-laki terlihat kurang maskulin. Jadi akhirnya beliau memilih untuk menari sebagai seorang perempuan. Awalnya pasti ada perasaan malu, tetapi lama-kelamaan merasa nyaman. Maestro tari ini pun merasakan kalau menari sebagai laki-laki rasanya kurang pas. Sedangkan untuk menjadi penari harus berkespresi dan menjiwai, jika penari sendiri merasa kurang pas, maka pembawaanya tidak bagus. 

cross gender, penari, maestro tari, keliling dunia, sukses, yogyakarta, temanggung
Aksi menari Didik Nini Thowok

Sering menjadi bahan ledekan teman-temannya pun sudah sering maestro tari ini rasakan. Namun, beliau bukanlah orang yang suka berkelahi. Jadi, maestro tari ini sering memilih untuk memendamnya walaupun dalam hati sering merasa kesal. Introvert dan pemalu adalah diri Didik yang sebenarnya. Namun, karena sering menari membuatnya merasa percaya diri. Ketika sudah berada diatas panggung, maestro tari ini merasa seperti rajanya panggung. Inilah cara beliau untuk meyemangati diri saat down dan membentuk dirinya untuk berani. 
"Yogyakarta itu kawah candradimuka, tempat untuk menggembleng seseorang. Pusatnya orang-orang pintar, saya belajar banyak ilmu dijogja”

Empat puluh tahun sudah beliau berkarya di kota gudeg Yogyakarta. "Yogyakarta itu kawah candradimuka, tempat untuk menggembleng seseorang. Pusatnya orang-orang pintar, saya belajar banyak ilmu dijogja”, begitu tanggapan maestro tari ini mengenai Yogyakarta. 

Sudah lebih dari seribu kali beliau menari diatas panggung. Dalam seminggu bisa menari lebih dari sekali. Pengalaman ini membuatnya menguasai banyak tarian yang ada di Indonesia. baginya semua tarian mempunyai keindahan masing, sehingga sulit rasanya untuk memilih tarian mana yang paling bagus di Indonesia. Beberapa tahun lalu beliau sempat berniat untuk membuat asosiasi penari di Indonesia. Beberapa seniman telah diajaknya untuk membentuk asosiasi ini, tetapi belum dibentuk saja sudah banyak yang pesimis. Akhirnya niat itu pun diurungkannya. 

Mimpi maestro tari ini memiliki sebuah tempat yang dapat memajang semua koleksinya di Temanggung kota kelahirannya. Jadi, Temanggung lebih ramai dengan dunia seni dan dapat didatangi banyak orang. Dan akhirnya bisa mempunyai event-event didunia Internasional. Semoga tercapai mimpinya kelak Maestro Tari kita. Aamiin...

Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah sebelumnya :  
 

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺




Read More

Tuesday, December 13, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-2 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  No comments
9:00 PM

Keahliannya dalam dunia tari tidak membuatnya sombong dan lantas tidak mau membagi ilmunya. Ternyata maestro tari ini telah membagi ilmunya sejak masih duduk dibangku kuliah. Maestro tari ini bekerja sambilan sebagai guru private dengan mengajar beberapa murid didaerah Yogyakarta. Setiap hari setelah pulang kuliah pukul dua siang, maestro tari ini langsung melanjutkan dengan memberikan les tari hingga malam hari. Rutinitas ini membuatnya sering merasa kelelahan, akhirnya maestro tari ini memutuskan untuk membuka sanggar di akhir tahun 1980an. Sanggar ini yang kita kenal sekarang dengan nama Sanggar Tari Natya Lasita.

didik nini thowok, penari, maestro tari, tradisional, sukses, internasional, asti, isi, yogyakarta
Didik Mengajarkan Tari Tradisional
sumber : https://goo.gl/M2aVAS
Pada sanggar milik maestro tari ini, sekitar 13000 murid telah terdaftar. Jumlah murid yang sangat banyak dan patut diperhitungkan. Target dari sanggar ini adalah anak-anak kecil. Karena orang tua yang menyadari pentingnya pendidikan tradisional pasti akan mengirim anaknya untuk belajar  tari dan bahkan sebagian mengharuskan. Peran orang tua inilah yang dapat menarik minat para muridnya pada seni tradisional di zaman sekarang ini.

Sebelum krisis moneter, ternyata maestro tari ini memiliki 24 cabang yang tersebar diwilayah Jawa Tengah, Jakarta, dan Jawa Timur. Namun setelah krisis, cabang yang ada tinggal di Yogyakarta dan Semarang saja. kebetulan yang si Semarang beliau bekerja sama dengan  dr.Chris yang memiliki rasa pengabdian pada seni. Karena biaya les tari yang seidkit, cara mestro tari ini untuk survive di bisnis tari ini dengan subsidi silang dari show, penyewaan, dan penjualan kostum. Sulit rasanya untuk mengharapkan dari pemerintah.

“Kualitas itu proses”
Animo masyarakat yang ingin belajar tari pun sudah berbeda. Dulu yang membuka sanggar masih sedikit, pemint membludak, sehingga sanggar maestro tari ini menjadi prioritas. Sekarang sudah banyak saingan sehingga banyak pilihan tempat untuk belajar tari. Cara mengajar pada sanggar ini yang mungkin membuatnya berbeda dibanding yang lain. Semua murid dapat belajar dari nol. “Kualitas itu proses”, begitu tutur maestro tari ini. Baginya walaupun kualitas itu penting, kewajibannya itu untuk mewadahi anak-anak yang belum bisa atau tidak menyukai tari menjadi bisa menari. Murid-murid pada sanggarnya ini dibagi menjadi kelas pemula, lanutan, dan profesional. Karena menarik minat itu susah, maka kelas pemula akan diajarkan pelan-pelan dan tidak boleh ditegur keras.

Sama halnya dengan di Indonesia, peminat seni tari tradisional diluar negeri pun sering mengalami pasang surut. Namun yang membuat masyarakat luar berbeda adalah sekali mereka menyukai tari, maka mereka akan solid, serius, tekun, dan didukung oleh kedaan ekonomi mereka yang lebih memungkinkan. Setidaknya setelah maestro tari ini mengadakan show, ada saja penonton yang tertarik dan akhirnya datang ke Indonesia untuk belajar menari.

didik nini thowok, penari, maestro tari, tradisional, sukses, internasional, asti, isi, yogyakarta
ASTI (sekarang ISI)
sumber : https://goo.gl/ZL0OtF
Maestro tari yang sering mengadakan show hingga mancanegara ini, ternyata sempat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia bekerja sebagai seorang dosen di ASTI (sekarang ISI) yang merupakan kampus tempatnya menimba ilmu seni tari dulu. Namun, ia memutuskan untuk berhenti dan meneruskan bisnis sanggarnya saja. Hal ini dipilih maestro tari ini karena sering mendapatkan job yang memiliki jadwal yang bersamaan dengan ujian yang sedang dilaksanakan di ASTI. Sering meninggalkan kewajibannya sebagai seorang tenaga pendidik, membuat maestro tari ini tidak nyaman dan merasa seperti sebuah beban. 

Bersambung...


Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah selanjutnya :
Biografi Didik Nini Thowok-3 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺

Read More