Showing posts with label penari. Show all posts

Saturday, December 17, 2016

profil sandrina azzahra penari cilik

  No comments
12:23 AM

PROFIL SANDRINA AZZAHRA PENARI CILIK

Sandrina Azzahra penari cilik
Sandrina Azzahra

Kesuksesan seseorang didapatkan dari BAKAT sebesar 10% dan IKHTIAR sebesar 90%. Kemampuan seseorang tidak akan terus berkembang dan meningkat tanpa adanya usaha yang signifikan. Meskipun mungkin ada beberapa golongan orang yang tanpa berusaha tapi masih bisa sukses. 
Jika kita berpikir demikian, tanyakanlah kepada diri kita sendiri.. Apakah kita termasuk pada golongan orang yang tanpa berusaha tapi bisa SUKSES???

SANDRINA AZZAHRA

Sandrina adalah seorang penari cilik yang merupakan gadis cilik kelahiran Bogor, Jawa Barat. Sandrina lahir pada tanggal 8 Juli 2001. Nama lengkap Sandrina adalah Sandrina Mazaya Azzahra. Akan tetapi, gadis cilik ini kerap disapa dengan nama Sandrina. Sandrina merupakan anak dari pasangan Cecep Syamsudin dan Anita Sukandar. 

Pada saat umur Sandrina 7 tahun, ia sudah menggemari aktor India yaitu Shahrukh Khan. Pada saat itu, Sandrina gemar sekali melompat-lompat di kasur. Karena kebiasaan yang dilakukan Sandrina. ibunya pun menyadari suatu hal tentang bakat yang dimiliki Sandrina. Pada akhirnya, ibunya memasukkan Sandrina ke sanggar tari di dekat rumahnya. 

PENCAPAIAN SANDRINA AZZAHRA

Pada usia 12 tahun, Sandrina mengikuti ajang pencarian bakat yang dikenal dengan "Indonesia Mencari Bakat 3".  Untuk mengikuti seleksi ajang pencarian bakat tersebut, Sandrina harus berjuang menghadapi banyak rintangan. 

Setelah berjuang menghadapi rintangan yang ada, Sandrina akhirnya berhasil masuk menjadi peserta Indonesia Mencari Bakat 3. Kemampuan menari yang ia miliki, telah membuat para juri merasakan takjub terhadapnya. 

Kemampuan yang telah diasahnya sejak ia berusia 7 tahun akhirnya telah membuat Sandrina membayar perjuangannya. Sandrina berhasil menjadi Juara di ajang pencarian bakat "Indonesia Mencari Bakat 3". 

PENAMPILAN TARI SANDRINA AZZAHRA

Penari Cilik Sandrina Azzahra
Penari Cilik Sandrina Azzahra

Penari Cilik Sandrina Azzahra
Penari Cilik Sandrina Azzahra

Penari Cilik Sandrina Azzahra
Penari Cilik Sandrina Azzahra


Bagaimana pendapat kamu terhadap Penari cilik ini?   Diusianya yang masih muda ia dapat menunjukkan kemampuannya dan menjadi juara. Hebat bukan??
Baiklah sekian biodata tentang Sandrina Azzahra, semoga dapat bermanfaat..
Nantikan artikel lainnya ya...


Baca Artikel lainnya :

Read More

Friday, December 16, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  No comments
3:49 AM

Inilah bagian akhir dari biografi Didik Nini Thowok  Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia . Pada bagian ini menceritakan tentang kisah beliau memilih tarian cross gender.

cross gender, penari, maestro tari, keliling dunia, sukses, yogyakarta, temanggung
Didik sebagai Penari Cross Gender

•    Tarian Cross Gender
Didik Nini Thowok, maestro tari yang dikenal dengan tarian cross gender. Tarian ini dipilihnya karena saat belajar tari di Temanggung, sang guru mengatakan jika Didik menari sebagai laki-laki terlihat kurang maskulin. Jadi akhirnya beliau memilih untuk menari sebagai seorang perempuan. Awalnya pasti ada perasaan malu, tetapi lama-kelamaan merasa nyaman. Maestro tari ini pun merasakan kalau menari sebagai laki-laki rasanya kurang pas. Sedangkan untuk menjadi penari harus berkespresi dan menjiwai, jika penari sendiri merasa kurang pas, maka pembawaanya tidak bagus. 

cross gender, penari, maestro tari, keliling dunia, sukses, yogyakarta, temanggung
Aksi menari Didik Nini Thowok

Sering menjadi bahan ledekan teman-temannya pun sudah sering maestro tari ini rasakan. Namun, beliau bukanlah orang yang suka berkelahi. Jadi, maestro tari ini sering memilih untuk memendamnya walaupun dalam hati sering merasa kesal. Introvert dan pemalu adalah diri Didik yang sebenarnya. Namun, karena sering menari membuatnya merasa percaya diri. Ketika sudah berada diatas panggung, maestro tari ini merasa seperti rajanya panggung. Inilah cara beliau untuk meyemangati diri saat down dan membentuk dirinya untuk berani. 
"Yogyakarta itu kawah candradimuka, tempat untuk menggembleng seseorang. Pusatnya orang-orang pintar, saya belajar banyak ilmu dijogja”

Empat puluh tahun sudah beliau berkarya di kota gudeg Yogyakarta. "Yogyakarta itu kawah candradimuka, tempat untuk menggembleng seseorang. Pusatnya orang-orang pintar, saya belajar banyak ilmu dijogja”, begitu tanggapan maestro tari ini mengenai Yogyakarta. 

Sudah lebih dari seribu kali beliau menari diatas panggung. Dalam seminggu bisa menari lebih dari sekali. Pengalaman ini membuatnya menguasai banyak tarian yang ada di Indonesia. baginya semua tarian mempunyai keindahan masing, sehingga sulit rasanya untuk memilih tarian mana yang paling bagus di Indonesia. Beberapa tahun lalu beliau sempat berniat untuk membuat asosiasi penari di Indonesia. Beberapa seniman telah diajaknya untuk membentuk asosiasi ini, tetapi belum dibentuk saja sudah banyak yang pesimis. Akhirnya niat itu pun diurungkannya. 

Mimpi maestro tari ini memiliki sebuah tempat yang dapat memajang semua koleksinya di Temanggung kota kelahirannya. Jadi, Temanggung lebih ramai dengan dunia seni dan dapat didatangi banyak orang. Dan akhirnya bisa mempunyai event-event didunia Internasional. Semoga tercapai mimpinya kelak Maestro Tari kita. Aamiin...

Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah sebelumnya :  
 

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺




Read More

Thursday, December 15, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-3 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  No comments
9:14 PM

Kecintaanya terhadap dunia tari sebesar kecintaanya terhadap negerinya Indonesia tercinta. Begitu banyak harapan yang diinginkan untuk membangun bumi pertiwi ini. Berikut lanjutan biografi Maestro Tari Didik Nini Thowok yang dibagi menjadi dua bagian, harapan untuk Indonesia dan kisah dibalik tarian cross gender yang dibawakannya :

penari,  maestro tari, yogyakarta, Indonesia, cross gender, tradisional
Stage Make-up by Didik
  • Harapan untuk Indonesia
Indonesia yang terdiri dari berbagai tari tradisional ini seharusnya dapat dijadikan potensi ekonomi kreatif dan dapat menarik banyak devisa. Seharusnya pemerintah mendukung sepenuhnya para seniman agar dapat terus berkarya dan membangun negeri tercinta ini. Dari segi pertunjukan seni tari, di Indonesia hanya ada dua yang rutin dilaksanakan, yaitu di Bali dan di Taman Safari. Bagi maestro tari ini, dukungan dari pihak swasta dan pemerintah sangat diperlukan. Maestro tari ini berharap pemerintah dapat memfasilitasi dan meringankan pajak. Sebagai salah seorang seniman, beliau sering mendapatkan keluhan dari para seniman lain karena tingginya pajak. Maestro tari ini berharap disetiap kota besar yang sarat akan pariwisata diadakan pertunjukan kesenian yang ditata secara profesional dan dapat diadakan setiap hari. Tentunya ini dapat membuka lapangan pekerjaan dan negara mendapatkan devisa yang banyak.
 “belajar seni itu mengolah rasa”
Selain untuk kepeduliannya terhadap seniman dan pertunjukan seni, maestro tari ini juga peduli dengan generasi muda bangsa ini. Menurutnya, pemuda luar negeri yang lebih tertarik dengan seni tradisional Indonesia dibanding pemuda Indonesia ini sangat rumit. Kurikulum disekolah sebaiknya memasukkan muatan kesenian dalam mata pelajaran yang diajarkan. Menurut pengalaman maestro tari ini, “belajar seni itu mengolah rasa”. Pemuda sekarang kurang menyukai seni tradisional Indonesia karena tidak diperkenalkan sejak dini. Para pemuda sekarang seharusnya bukan hanya sekedar menghargai, tetapi menjadi bagian dari seni tradisional itu sendiri. Di negara kita ini sudah dikenal bahwa profesi di di dunia seni tradisional tidak menjamin kehidupan ekonomi seseorang. Padahal walaupun memiliki gelar seni tari misalnya, tidak harus menjadi penari tradisional nantinya. Seperti yang dilakukan mestro tari ini, sebagai lulusan seni tari beliau bisa berprofesi menjadi pengajar, memberikan talkshow, membuka pabrik untuk penyewaan dan penjualan kostum, hingga menjadi penata rias. Jadi para pemuda tidak perlu takut untuk menjadi bagian dari seni tradisional untuk negeri tercinta ini.

penari,  maestro tari, yogyakarta, Indonesia, cross gender, tradisional
Didik dalam Sarah Sechan
Peran media pun tidak kalah penting untuk mengenalkan seni tari tradisional pada generasi bangsa ini. Banyak stasiun televisi belum memberikan porsi untuk seni tradisional.Sekarang stasiun televisi lebih banyak menayangkan talkshow yang sering tidak mempunya kelas, tetapi itu yang mempunya rating tinggi. Sungguh ironis rasanya. Beliau berharap media televisi lebih berperan lagi layaknya media cetak seperti saat ini.




Bersambung...

Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah sebelumnya :  
 
Kisah selanjutnya : Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺

Read More

Tuesday, December 13, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-2 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  No comments
9:00 PM

Keahliannya dalam dunia tari tidak membuatnya sombong dan lantas tidak mau membagi ilmunya. Ternyata maestro tari ini telah membagi ilmunya sejak masih duduk dibangku kuliah. Maestro tari ini bekerja sambilan sebagai guru private dengan mengajar beberapa murid didaerah Yogyakarta. Setiap hari setelah pulang kuliah pukul dua siang, maestro tari ini langsung melanjutkan dengan memberikan les tari hingga malam hari. Rutinitas ini membuatnya sering merasa kelelahan, akhirnya maestro tari ini memutuskan untuk membuka sanggar di akhir tahun 1980an. Sanggar ini yang kita kenal sekarang dengan nama Sanggar Tari Natya Lasita.

didik nini thowok, penari, maestro tari, tradisional, sukses, internasional, asti, isi, yogyakarta
Didik Mengajarkan Tari Tradisional
sumber : https://goo.gl/M2aVAS
Pada sanggar milik maestro tari ini, sekitar 13000 murid telah terdaftar. Jumlah murid yang sangat banyak dan patut diperhitungkan. Target dari sanggar ini adalah anak-anak kecil. Karena orang tua yang menyadari pentingnya pendidikan tradisional pasti akan mengirim anaknya untuk belajar  tari dan bahkan sebagian mengharuskan. Peran orang tua inilah yang dapat menarik minat para muridnya pada seni tradisional di zaman sekarang ini.

Sebelum krisis moneter, ternyata maestro tari ini memiliki 24 cabang yang tersebar diwilayah Jawa Tengah, Jakarta, dan Jawa Timur. Namun setelah krisis, cabang yang ada tinggal di Yogyakarta dan Semarang saja. kebetulan yang si Semarang beliau bekerja sama dengan  dr.Chris yang memiliki rasa pengabdian pada seni. Karena biaya les tari yang seidkit, cara mestro tari ini untuk survive di bisnis tari ini dengan subsidi silang dari show, penyewaan, dan penjualan kostum. Sulit rasanya untuk mengharapkan dari pemerintah.

“Kualitas itu proses”
Animo masyarakat yang ingin belajar tari pun sudah berbeda. Dulu yang membuka sanggar masih sedikit, pemint membludak, sehingga sanggar maestro tari ini menjadi prioritas. Sekarang sudah banyak saingan sehingga banyak pilihan tempat untuk belajar tari. Cara mengajar pada sanggar ini yang mungkin membuatnya berbeda dibanding yang lain. Semua murid dapat belajar dari nol. “Kualitas itu proses”, begitu tutur maestro tari ini. Baginya walaupun kualitas itu penting, kewajibannya itu untuk mewadahi anak-anak yang belum bisa atau tidak menyukai tari menjadi bisa menari. Murid-murid pada sanggarnya ini dibagi menjadi kelas pemula, lanutan, dan profesional. Karena menarik minat itu susah, maka kelas pemula akan diajarkan pelan-pelan dan tidak boleh ditegur keras.

Sama halnya dengan di Indonesia, peminat seni tari tradisional diluar negeri pun sering mengalami pasang surut. Namun yang membuat masyarakat luar berbeda adalah sekali mereka menyukai tari, maka mereka akan solid, serius, tekun, dan didukung oleh kedaan ekonomi mereka yang lebih memungkinkan. Setidaknya setelah maestro tari ini mengadakan show, ada saja penonton yang tertarik dan akhirnya datang ke Indonesia untuk belajar menari.

didik nini thowok, penari, maestro tari, tradisional, sukses, internasional, asti, isi, yogyakarta
ASTI (sekarang ISI)
sumber : https://goo.gl/ZL0OtF
Maestro tari yang sering mengadakan show hingga mancanegara ini, ternyata sempat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia bekerja sebagai seorang dosen di ASTI (sekarang ISI) yang merupakan kampus tempatnya menimba ilmu seni tari dulu. Namun, ia memutuskan untuk berhenti dan meneruskan bisnis sanggarnya saja. Hal ini dipilih maestro tari ini karena sering mendapatkan job yang memiliki jadwal yang bersamaan dengan ujian yang sedang dilaksanakan di ASTI. Sering meninggalkan kewajibannya sebagai seorang tenaga pendidik, membuat maestro tari ini tidak nyaman dan merasa seperti sebuah beban. 

Bersambung...


Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah selanjutnya :
Biografi Didik Nini Thowok-3 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺

Read More