Showing posts with label pahlawan. Show all posts

Tuesday, December 20, 2016

Biografi Tjut Meutia

  No comments
6:52 AM



Biografi Tjut Meutia

Tjut Meutia adalah salah satu pahlawan nasional wanita yang beasal dari Aceh. Tjut Meutia lahir di Kereutoe, Pirak, Aceh Utara pada tahun 1870 tepatnya 3 tahun sebelum perang Aceh berkecamuk. Tjut Meutia mempunyai kepribadian yang tangguh dan pemberani bahkan hingga titik darahh pengahabisan. Tjut Meutia mempunyai suami yang bernama Teuku Muhammad atau biasa disebut Teuku cik Tunong yang sama-sama berjuang melawan Belanda. Namun Teuku Muhammad ditangkap dan dihukum mati dengan cara ditembak oleh Belanda di tepi pantai Lhokseumawe pada bulan Maret 1905. Sebelum meninggal, Teuku Muhammad sempat berpesan kepada sahabatnya yaitu Pang Nagroe untuk menikahi istri nya Tjut Meutia. Tjut Meutia mempunyai seorang anak dari Teuku Muhammad yaitu Teuku Raja Sabi.Kemudian Tjut Meutia menikah dengan Pang Nangroe.

Biografi Tjut Meutia
Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDS0dOdT2rfpMPJPlosY7a3xxTIy3vdd4s0ZPA2Hw9PVKEGNHp4a-5K_KywhSEbd1M8JZbBUPYb2KZtxc_pUpzNE5TRa_2wrMmtLOPrAC8RnUPOMhleHi6srtnp54kWPZjCCFOOrH76H0i/s1600/BBC-l1BFnPS.jpg


Setelah itu Tjut Meutia terus melanjutkan untuk perjuangan untuk melawan belanda. Namun pasukan mereka semakin tertian mundur.  Pada tanggal 26 September  1910, dalam suatu pertempuran melawan Korps Marechausee  Pang Nangroe tewas, dan Tjut Meutia berhasil selamat, dan kemudian Tjut Meutia bersama pejuang-pejuang lain yang masih selamat lari ke hutan untuk menyelamatkan diri. Banyak pasukan Tjut Meutia yang meyerah, namun Tjut Meutia mempunyai sikap yang keras dan pantang menyerah sehingga dia terus berjuang dan tidak pernah menyerah, dia bersemunyi di pedalaman rimba Pasai bersama anaknya Teuku Raja Sabil, yang saat itu masih berusia 11 tahun.

Biografi Tjut Meutia
sumber: https://goo.gl/7puWRN


Pada tanggal 24 Oktober 1910, Belanda telah merencanakan untuk melakukan pengepungan dan akhirnya Tjut Meutia ditemukan. Walaupun dikepung oleh Belanda dengan senjata yang lengkap, namun Tjut Meutia pun tetap tidak menyerah begitu saja, Dengan sebilah Rencong yang ada ditangannya, dengan berani Tjut Meutia terus melakukan perlawanan. Namun, Tjut Meutia tumbang setelah terkena 3 buah tembakan menembus badannya. Dan akhirnya perlawanan Tjut Meutia terhenti, namun perjuangannya tetap dikenang hingga sekarang.

Tjut Meutia resmi mendapatkan gelar pahlawan nasional berdasarkan SK Presiden : Keppres No. 107 tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964.


Sumber :
  

Read More

Saturday, December 17, 2016

Biografi Ir Soekarno part 4 : Turun dari Jabatan (Selesai)

  No comments
7:28 AM

Biografi Singkat Ir Soekarno


Ada banyak hal permasalahan yang dihadapai di masa demokrasi terpimpin, salah satunya adalah protes keras dari banyak pihak intelektual yang mengkritik keputusan Dekrit & terciptanya Demokrasi Terpimpin. Bentuk pemerintahan ini dinilai menghianati makna demokrasi yang sesungguhnya dan membuka pintu bagi kediktatoran dengan kekuasaan yang terlalu terpusat pada satu sosok, yaitu Soekarno. Kritik terhadap Soekarno ini dilakukan bukan hanya oleh tokoh mahasiswa seperti Soe Hok Gie, tapi juga para kawan-kawan seperjuangannya seperti Moh Hatta, Sjahrir, dan juga Natsir.

Tapi di antara semua masalah itu, masalah perebutan Irian Barat yang tidak beres-beres udah belasan taun. Akhirnya, Soekarno mempercayakan masalah keamanan dan teritorial tersebut kepada 3 jendral terpercayanya. Secara umum, masalah pertahanan ini dia percayakan pada Jenderal Abdul Harris Nasution. Untuk mengurus pemberontak seperti Negara Islam Indonesia dan PRRI-Permesta, dia percayain kepada perwira nya untuk meredam pemberontakan yaitu Mayor Jenderal Ahmad Yani. Untuk masalah Irian Barat dia percayakan kepada ahli strategi lapangan yaitu (Kostrad), Mayor Jenderal Suharto.




Dari ketiga jendral ini, Ahmad Yani merupakan prajurit kesayangan Sukarno. Bahkan berdasarkan isu yang berkembang di kalangan petinggi militer maupun sipil, Sukarno sedang mempertimbangkan Ahmad Yani sebagai calon presiden. Tapi di sisi lain, ada juga tokoh kuat yang punya pendukung paling banyak di masa Demokrasi Terpimpin, yaitu Ahmad Aidit yang merupakan Ketua Comite Central PKI.




Ketegangan politik pada era Demokrasi Terpimpin akhirnya pecah dalam 1 peristiwa yang sangat luar biasa. Yaitu gerakan 30 september 1965 dimana terjadi pembunuhan kepada 7 perwira tinggi. 6 jendral terbunuh termasuk Ahmad Yani dan 1 jendral selamat adalah AH. Nasution. Peristiwa inilah yang menjadi titik peralihan kekuasaan dari pemerintahan Presiden Sukarno ke Presiden Soeharto.

Turun Jabatan sampai Menutup usia (1966 - 1970)


Akibat peristiwa 30 September 1965, terjadilah inflasi tinggi. Harga-harga kebutuhan pokok naik.

Demonstrasi mahasiswa makin meluas dan munculnya mosi tidak percaya terhadap presiden Soekarno dan 3 point utama, yaitu:
  1. Membiarkan G30SPKI terjadi
  2. Membiarkan ekonomi merosot
  3. Menjatuhkan moral bangsa dengan perilaku-perilaku “genit” terhadap perempuan.
Soekarno akhirnya betul-betul sendirian. Setelah lengser, Kesehatan Soekarno makin parah dan juga menjadi tahanan rumah dengan penjagaan ketat dan bantuan medis seadanya. Akhirnya pada 21 Juni 1970 pukul 07.00 pagi Ir. Soekarno meninggal dunia. Soekarno pernah meminta untuk dimakamkan di Istana Batu Tulis Bogor, akan tetapi Presiden Suharto memilih Kota Blitar, sebagai tempat peristirahatan terakhir Bung Karno.


Biografi singkat Soekarno PART 1, PART 2, PART 3, PART 4


Read More

Biografi Ir Soekarno Part 3 : Demokrasi Liberal

  No comments
7:13 AM

Biografi Singkat Ir Soekarno


Demokrasi Liberal (1950 - 1959)

Soekarno dan Hatta, memutuskan untuk segera mengubah bentuk negara menjadi negara kesatuan seperti yang dicita-citain waktu Proklamasi. Tugas pertama Soekarno sebagai presiden RIS adalah membuat RIS jadi NKRI.

Setelah mengganti bentuk negara dan mengganti undang-undang dari Konstitusi RIS ke UUDS 1950, Soekarno memutuskan bahwa sekarang saat yang tepat untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia. Sementara untuk urusan dalam negeri, Soekarno cuma mau tiga masalah diselesaikan oleh para Perdana Menteri:
  1. Irian Barat direbut kembali.
  2. Pemilihan Umum.
  3. Menjaga keutuhan NKRI.
Hal pertama yang dia lakukan adalah merencanakan sebuah pertemuan akbar di Bandung bersama dengan PM Ali Sastroamijoyo. Pertemuan itu bernama Konferensi Asia Afrika (KAA). Dengan pidato yang mantap untuk mempersatukan kerjasama antar negara-negara di Asia dan Afrika, Soekarno menggoyang panggung KAA dan mengenalkan nama negara kita pada negara-negara di Asia dan Afrika.

Keberhasilan Ali dan Soekarno di KAA bikin nama Indonesia semakin nyata di kancah internasional. KAA dianggap oleh bangsa-bangsa dunia ke tiga sebagai wujud dari perlawanan atas penjajahan dan kolonialisme. Status ini dipake sama Soekarno untuk muncul ke tengah-tengah panggung dunia sebagai tokoh yang sangat anti penjajahan dan menjunjung tinggi kenetralan. Baik Eisenhower & Kennedy (dua presiden Amrik) maupun Nikita Khrushchev (pemimpin Uni Soviet) menaruh perhatian besar kepada sosok Soekarno. Di mata dunia, Sukarno menjadi sosok pemimpin yang betul-betul netral dalam perang dingin, tidak memihak (non-blok), namun secara tegas menolak penjajahan dan kolonialisme. Itulah kenapa, Soekarno bisa akrab dengan banyak pemimpin dunia dari berbagai macam latar belakang ideologi.



Setelah diadakan KAA, Pemilu pun digelar. Hasilnya justru membuat Soekarno kecewa. PNI, Masyumi, NU, PSI, saling melakukan serangan politik satu sama lain. Di sisi lain, PKI justru berhasil menarik simpati rakyat sebagai organisasi awal yang mengimpun massa dalam revolusi untuk melawan Belanda dan juga agresi militer setelah masa kemerdekaan.

Pendapat parlemen hasil pemilu waktu itu mengusulkan Hatta yang bisa ngatasin semua ini dan selayaknya dia jadi Perdana Menteri. Bung Hatta malah memutuskan untuk mengundurin diri dari posisi Wapres. Dalam UUDS 1950 berisi bahwa tidak boleh Wapres jadi PM, di sisi lain Bung Hatta makin tidak cocok sama Bung Karno dalam visi politiknya.

Sendirian, Soekarno mendapat dukungan dari TNI . Dengan dukungan penuh dari Jenderal Nasution yang dipercaya sebagai Panglima TNI, muncullah Dekrit Presiden 1959. Kekuasaan kembali jatuh ke tangan presiden.

Demokrasi Terpimpin - Lengser dari Pemerintahan (1950 - 1966)

Menurut Soekarno, konsep demokrasi terpimpin lah yang paling cocok dengan kepribadian Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia, secara sosiologis adalah bangsa yang membutuhkan figur Pemimpin yang dipercayai oleh rakyatnya.

Supaya ada yang mengevaluasi dan mencegah dirinya tidak menjadi diktator, diangkatlah tiga orang yang diberi jabatan sebagai Deputi Perdana Menteri: Dr. Leimena, Khairul Saleh, dan Subandrio, . dan juga dibentuk MPRS dan DPR Gotong Royong.

Biografi singkat Soekarno PART 1PART 2PART 3PART 4

Read More

Biografi Ir Soekarno Part 2 : Kemerdekaan Indonesia

  No comments
6:59 AM

Biografi Singkat Ir Soekarno

Kependudukan Jepang & Kemerdekaan Indonesia (1942 - 1945)

Pada awal tahun 1942, terjadi peristiwa yang tidak diduga-duga, militer Jepang masuk ke wilayah Asia Tenggara termasuk Hindia Belanda. Persenjataan militer Belanda kalah dibandingkan kekuatan Nippon, Belanda yang udah ratusan tahun menduduki Hindia, bisa dipukul mundur oleh Jepang hanya dalam hitungan hari. Maret 1942, Belanda menyerah kepada Jepang. Penyerahan kekuasaan berlangsung sangat cepat. Supaya mendapatkan simpati masyarakat, Jepang melakukan pembebasan para tokoh pemberontak dan pahlawan rakyat seperti Hatta, Sjahrir, termasuk Bung Karno.

Menurut Soekarno, penyerangan Jepang inilah yang bisa membuka celah untuk membebaskan Indonesia. Jepang pun memiliki maksud lain, yaitu memanfaatkan warga pribumi untuk membantu militer Jepang dalam perang. Walaupun kepentingan antar kedua belah pihak ini seolah-olah sejalan, tapi masing-masing tetap menaruh curiga satu sama lain.

Dibawa Soekarno menuju Batavia dan akhirnya untuk kali pertama dalam hidupnya bertemu langsung dengan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Pertemuan ini bisa dibilang moment yang sangat bersejarah, karena setelah berjuang masing-masing dari tahun 1931, tiga tokoh utama kemerdekaan kita ini baru bertemu untuk pertama kalinya. Dari hasil pertemuan itu, Soekarno berpendapat bahwa untuk sementara kita perlu mengikuti keinginan Jepang, agar kemerdekaan Indonesia bisa didapatkan tanpa perlu pertumpahan darah. Di sisi lain, Sjahrir menolak usulan itu dan lebih memilih meneruskan perjuangan secara non-kooperatif dengan membangun basis massa agar semangat kemerdekaan tetap terjaga dari akar rumput.


Dimulailah duet maut Soekarno dan Hatta pada saat itu. Mereka memulai berdiskusi dengan Mayjen Harada agar Nusantara bukan menjadi status koloni Jepang, tapi justru mengakui kemerdekaan Indonesia sebagai persaudaraan di Wilayah Asia. Sebagai timbal baliknya, masyarakat pribumi Nusantara akan mendukung Jepang dalam perang Pasifik melawan sekutu. Akhirnya Jepang setuju, kemudian mengangkat empat serangkai yaitu (Soekarno, Hatta, KH Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara) menjadi pimpinan Pusat Tenaga untuk mempengaruhi masyarakat berperang melawan sekutu.

Serpak terjang Soekarno dalam kurun waktu pendudukan Dai Nippon di Indonesia adalah titik sejarah yang dilematis dan sangat kontroversial. Di satu sisi, Soekarno jadi "orang kepercayaan" Jepang, dijadikan pemimpin Pusat Tenaga Rakyat buat membantu melancarkan propagada Nippon Pemimpin Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia. Soekarno tetap percaya bahwa langkah-langkah ini merupakan satu-satunya langkah dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Langkah ini menimbulkan korban yang luar biasa banyaknya, terutama pada penduduk Pulau Jawa dan Sumatera. Lebih dari satu juta orang mati karena kelaparan gara-gara hasil pangan diambil untuk bekal tentara Jepang. Selain itu, proyek-proyek pembangunan massal dan cepat juga menimbulkan banyak korban jiwa. Soekarno sangat menyesali andilnya dalam romusha ini, tapi dia juga berpikir bahwa hal ini sangat diperlukan untuk dapat mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Bentuk kooperatif ini akhirnya menemukan celah saat Jepang mengalami kekalahan beruntun di peperangan pasifik melawan sekutu pada awal 1945. Puncaknya ketika terjadinya peristiwa Bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 7 & 9 Agustus 1945 yang memaksa hampir seluruh tentara Jepang untuk pulang ke negaranya. Di tengah masa vakum ini, akhirnya Soekarno, dan para pejuang revolusi kita mengambil tindakan tegas untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus sekaligus mewujudkan mimpi hampir seluruh rakyat Nusantara untuk menjadi negara mandiri yang merdeka.

Peran Soekarno dalam Proses Pembentukan Negara (1945 - 1950)

17 Agustus 1945, NKRI secara sepihak menjadi negara yang merdeka. Soekarno membacakan teks proklamasi dalam kondisi ga tidur selama empat hari dan sedang demam tinggi 40°C karena terserang malaria. Dalam kondisi yang belum 100% pulih dari demam, esok hari setelah proklamasi berangkatlah dia ke Gedung Raad van Indie. Di gedung sedang ada perkumpulan para pendiri-pendiri bangsa yang sedang Rapat PPKI. Hasil rapat pada hari itu memutuskan bahwa Soekarno diangkat jadi presiden Republik Indonesia & Bung Hatta menjadi wapres.

Ada tiga hal yang harus dikerjakan oleh Soekarno selaku Presiden RI. Pertama adalah fungsi eksekutif sebagai presiden. Dari mulai memilih mentri dan departemen, serta membentuk struktur wewenang yang konkrit dan jelas. Tugas kedua, menyiarkan berita kemerdekaan melalui siaran-siaran curian dari pemancar berita Pemerintahan Jepang. Tugas yang ketiga adalah melucuti senjata dari pihak tentara Jepang yang masih ketinggalan di Indonesia dan belum pulang kampung. Karena Soekarno sudah memprediksikan, tidak sampai sebulan pasti pasukan Sekutu akan sampai ke Indonesia.

Konsentrasi dalam hal ini pun dilakukan. Republik harus bertahan. Akhirnya tanggal 23 dibentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR). Bentuk dari BKR ini bukanlah ketentaraan, tapi hanya sekadar organisasi masyarakat untuk menampung para prajurit mantan PETA, Heiho, dan KNIL. Lumayan lah, dari nama wadahnya ga terlalu bikin Jepang curiga. Di sisi lain, kita memiliki organisasi pertahanan militer walau berlabel ormas.




Soekarno harus mimpin sebuah negara yang sedang diserbu oleh sekutu. Menteri Kemakmuran waktu itu, Dr. Adnan Kapau Gani akhirnya bertugas menyelundupkan barang agar nafas ekonomi negara kita berhembus di bawah tekanan perang. Segala macam diselundupin dari mulai timah, beras, hasil perkebunan, dll untuk ditukar dengan persenjataan dan emas sebagai alat transaksi universal.

Di bawah Sjahrir atas arahan Soekarno, Indonesia berhasil mencapai kata sepakat sama Negeri Belanda pada Perundingan Linggarjati tahun 1947. Untuk sesaat, tidak ada lagi pertempuran yang sifatnya bunuh-bunuhan. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1949 giliran Bung Hatta yang memberi kemenangan telak atas Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun 1949, dengan memenangkan teritori kedaulatan Indonesia dari Sabang sampai NTT & Maluku (Timor-Timur dan Irian Barat menyusul).


Biografi singkat Soekarno PART 1PART 2PART 3PART 4

Read More

Biografi Ir Soekarno part 1 : Masa Kecil

  No comments
6:36 AM

Biografi singkat Ir Soekarno

Masa Kecil hingga Remaja Bung Karno (1901-1921)

Lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya dari keturunan bangsawan. Ayahnya bernama Raden Sukemi Sosrodiharjo dan Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Keluarga Soekarno memang sudah mengalir darah perjuangan turun temurun.

Walaupun lahir dari keturunan bangsawan, keluarga Soekarno bukanlah dari keluarga yang berkecukupan. Karena bangsawan hanyalah gelar semata, banyak leluhurnya yang kalah dalam perjuangan lokal melawan kolonial Belanda. 

Hidup dalam kemiskinan, ayah Soekarno yang merupakan seorang guru mendidik Soekarno dengan prinsip-prinsip hidup yang terus dipegang. Karena itulah Soekarno tumbuh dengan jiwa kepemimpinan, cerdas, cekatan, penuh semangat, dan memiliki perasaan yang halus. Soekarno masuk sekolah SD Belanda hingga SMP Belanda bernama Hoogere Burgerschool. Sudah menjadi hal biasa bagi Soekarno mendapat olokan dan diskriminasi di Sekolahnya oleh siswa Belanda lainnya dan sering terjadi perkelahian antar mereka.

Sewaktu SMP Soekarno tinggal di rumah seorang tokoh bangsa yaitu Cokroaminoto. Cokroaminoto pada saat itu merupakan pemimpin sarekat islam, dia juga berjuluk "Raja jawa tanpa mahkota". Di rumah ini Soekarno pun tinggal dan belajar bersama dengan anak asuh lainnya seperti Kartosoewirjo, Musso, Alimin, Semaoen.

Di rumah Cokroaminoto, Soekarno banyak belajar buku-buku perjuangan politik, perjuangan revolusi, dll. Di masa remaja ini pula, tumbuh jiwa politik Sukarno bersama teman-teman diskusinya. 10 Juni 1921 Soekarno lulus dari HBS Belanda, lalu menikah dengan putri Cokroaminoto yaitu Utari. 1 Juli 1921 Soekarno masuk kuliah di Technische Hogeschool Bandung yang sekarang terkenal dengan nama Institut Teknologi Bandung. Soekarno masuk di jurusan tata bangunan air.

Semasa kuliah, Soekarno tinggal di kos-kosan bersama Utari di rumah teman Cokroaminoto bernama H. Sanusi. Di tahun kesua Soekarno merasa Utari masih belum bisa menjadi perempuan dewasa untuk menjadi seorang istri. Akhirnya Soekarno menceraikan Utari secara baik-baik. Tanpa diduga ternyata H. Sanusi melakukan cerai dengan istrinya dan tidak mempermasalahkan apabila istri H. Sanusi yaitu Inggit menikah dengan Soekarno.

Awal Pergerakan Memberontak Pada Hindia (1921-1942)

Pada masa ini, Soekarno semakin gencear dalam aktivitas politiknya. Suatu waktu saat terjadi rapat besar di lapangan Bandung, yang bertujuan untuk mengumpulkan petisi-petisi demi membela hak warga masyarakat asli Bandung. Pada acara itu, Soekarno dengan berani menyampaikan pendapat nya di depan publik. Pada saat itu pula pertama kalinya kemampuan orasi Soekarno membuat ratusan penonton terperangah.

Tanpa tangung-tanggung, Soekarno muda 21 tahun secara terang-terangan menantang Belanda menolak cara-cara pengumpulan petisi dan mengusulkan gerakan non kooperatif total terhadap pemerintahan Hindia. 

Lulus sebagai insinyur ke tiga dari kalangan Bumiputera se Hindia Belanda, Soekarno baru merasakan kebebasan berekspsesi dalam politik.

Pembentukan PNI dna Indonesia Menggugat

Setelah beberapa kali Soekarno berkarya dalam dunia arsitek, pada akhirnya kembali pada ambisi terpendamnya sejak dulu, yaitu dunia politik dan pembebasan HIndia dari Belanda. Sampai akhirnya, Soekarno dan teman-teman diskusi Bandung mendirikan Algemeene Studie Club (ASC). Disamping itu, rupa-rupanya gerakan politik dari tokoh nasionalis lain pun sedang bergejolak, diantaranya para lulusan perguruan tinggi di Belanda yang mendirikan Indische Vereniging (IV). Dari sisi lain Partai Komunis Indonesia pimpinan Tan Malaka, Alimin, dan Munawar Muso juga melancarkan gerakan pemberontakan pada November 1926, namun sayangnya gagal karena rencana yang kurang matang. Sampai akhirnya, Soekarno dari ASC dan teman-teman dari IV bersepakat mendirikan partai baru bernama Perhimpunan ansional Indonesia pada 4 Juli 1927.

Puncaknya adalah tahun 1928 ketika PNI (namanya sekarang jadi Partai Nasional Indonesia) menggelar kongres pertama di Surabaya dengan slogan “Indonesia Siap Merdeka”, makin lebarlah sayap PNI sebagai partai yang didukung rakyat. Terlebih, hasil kongres tersebut sangat bernuansa pemberontakan :
  1. Program politik untuk mencapai Indonesia merdeka
  2. Program ekonomi dan sosial untuk memajukan pelajaran nasional
  3. Menetapkan asas non-kooperatif terhadap Belanda untuk perjuangan PNI


Ditangka dan Diasingkan

Malea tanggal 29 Maret 1929, pada saat orasi di Yogyakarta, Soekarno dan para petinggi PNI ditangkap dan dibawa ke Penjara Banceuy Bandung untuk diadili. pada saat disidang dilangsungkan, Soekarno mengeluarkan pidato pembelaannya yang bejudul “Indonesia Menggugat” (IM). Naskah ini berisi tidak kurang 60 tokoh sedunia di kutip dalam pidatonya itu. Mulai dari Karl Marx, Dr. Sun Yat Sen, Mustafa Kamil (tokoh nasionalis Mesir), Henk Sneevliet (pendiri Partai Komunis Belanda dan Indonesia), sampe Dr. Snouck Hurgronje, antropolog kenamaan Belanda, dia kutip untuk mendukung pembelaan diri dan bangsanya melawan pemerintahan kolonial. Dari situ Belanda tercengang dengan kapasitas intelektual seorang insinyur muda dari kepulauan timur jauh di Asia Tenggara karena bisa memiliki pengetahuan tentang politik dunia sampai seluas itu. Namun, hakim tetap memutuskan Sukarno bersalah dan kembali ditahan di penjara Sukamiskin.

Biografi singkat Soekarno PART 1PART 2PART 3PART 4

Read More

Thursday, December 15, 2016

Riwayat Hidup Sutan Syahrir Bagian 4 (Tamat)

  No comments
11:35 PM

Diplomasi cerdik Sutan Syahrir untuk mendapat pengakuan Internasional (1945-1949)

Berdasarkan realita tahun 1945-1949 Indonesia memang sudah merdeka, tapi masih sangat rapuh. Indonesia membutuhkan sistem pemerintahan yang jelas dan terstruktur. Keesokan harinya Soekarno diangkat menjadi presiden dan Hatta sebagai wakilnya. Lalu dibentuk juga Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), yang kemudian berubah menjadi DPR. Syahrir dipercaya sebagai ketua KNIP sampai tanggal 14 November Syahrir di angkat sebagai perdana Menteri Indonesia yang pertama pada umur 36 tahun.

Syahrir di Nehru

Pasca kemerdekaan, Indonesia memiliki 2 tugas besar, yaitu mempertehankan status kemerdekaan dari serangan militer Belanda dan memenangkan pengakuan dunia internasional yang perlu diperjuangkan dalam perundingan dan perjanjian.

Terjadilah perselisihan pendapat lagi antara golongan muda dan golongan tua. Akhirnya jendral Sudirman dan Tan Malaka lah yang menuntaskan masalah pertama. Sementara Syahrir dan Hatta fokus menyelesaikan masalah pengakuan dunia internasional.

Dalam menuntaskan masalah ke dua ini, tindakkan Syahrir lah yang membuat ia dikenal sebagai diplomatik ulung yang sangat cerdik membaca situasi dunia internasional. Pertama adalah keputusan cerdiknya untuk memberikan pbantuan kepada India yang sedang mengalami krisis pangan dengan mengirim 500,000 ton beras pada 20 Agustus 1946. Cerdiknya lagi, Syahrir memprediksi India tidak lama lagi akan merdeka, akhirnya Indonesia di undang perdana mentri India untuk berpartisipasi di Konferensi Hubungan negara-negara Asia di New Delhi. Dari sini, jaringan Syahrir makin besar dan lagi diundang ke berbagai negara untuk memperkenalkan Indonesia. Inilah yang sering disebut sebagai diplomasi kancil. Setelah dari India, Syahrir melanjutkan diplomasinya ke Kairo, Mesir, Suriah, Iran, Singapura, dan Burma.

Tindakan Syahrir lainnya yang cerdik ialah ikut berpartisipasi dalam perjanjian Linggarjati. Perjanjian tersebut membuat Indonesia rugi dan Belanda untung besar, namun Syahrir mengusulkan menambahkan pasal tambahan. Yaitu pasal perundingan tingkat PBB jika terjadi perselisihan kembali suatu hari nanti. Belanda pun setuju.

Sesuai prediksi Syahrir, Belanda melancarakan aksi Agresi Militer 1 tahun 1947. Berkat adanya pasal ini, Belanda terbukti melanggar perjanjian dan harus menyelesaikan masalah ini di sidang internasional. Momentum inilah yang membuat dunia melihat Indonesia sedang ditindas oleh mantan penguasa koloninya. Dunia pun semakin berpihak pada NKRI.

Lalu berganti gilirannya Hatta yang berpartisipasi di Konferensi Meja Bundar 23 Agustus - 2 November 1949. Hasil dari KMB ini Indonesia menang besar karena berhasil mendapatkan pengakuan kedaulatan resmi dari Belanda dan juga dunia Internasional.


Link Riwayat Hidup Sutan Syahrir PART1PART2PART3PART4


















Read More

Riwayat Hidup Sutan Syahrir Bagian 3

  No comments
10:42 PM

Perjuangan Sutan Syahrir Saat penguasaan Jepang menuju Kemerdekaan (1942-1945)

Pada bulan Maret tahun 1942, Belanda menyerah kepada Jepang. Untuk mendapatkan simpati masyarakat, Jepang melepaskan tawanan Belanda dengan cuma-cuma seperti Hatta, Syahrir, Soekarno, dkk. Setibanya di Jakarta, Soekarno, Hatta dan Syahrir mengadakan pertemuan di rumah Hatta. 


Syahrir, Soekarno, dan Hatta


Dari hasil pertemuan itu, Soekarno berpendapat untuk sementara waktu Indonesia menuruti perintah Jepang, agar kemerdekaan Indonesia dapat tercapai tanpa adanya pertumpahan darah. Tetapi Syahrir menolak, Syahrir lebih memilih meneruskan perjuangan secara diam-diam dengan membangun basis massa agar semangat kemerdekaan tetap terjaga. Akhirnya Soekarno dan Hatta memilih jalan untuk berkooperasi dengan Jepang dengan harapan Indonesia dapat merdeka tanpa adanya pertumpahan darah.

Menurut mereka berdua Hatta dan Soekarno, inilah cara praktis untuk mencapai kemerdekaan. Namun tokoh pergerakan seperti Tan Malaka, juga Syahrir menganggap ini sebagai langkah yang lembek dan pengecut. Sampai pada akhirnya Jepang memberlakukan sistem kerja paksa Romusha (1942-1945) bagi 4-10 juta penduduk lokal untuk membangun markas militer, terowongan, dan pengangkutan bahan bagi Jepang.

Menjelang pertengahan 1945, Jepang mengalami kekalahan dalam peperangan melawan sekutu. Berdasarkan analisi Syahrir, ini adalah saat yang tepat untuk menyatakan kemerdekaan, lalu muncullah peristiwa penculikan golongn tua oleh golongan muda untuk mendesak segera menyatakan kemerdekaan.

Link Riwayat Hidup Sutan Syahrir PART1PART2PART3PART4


Read More

Riwayat Hidup Sutan Syahrir bagian 2

  No comments
10:13 PM

Riwayat Hidup Sutan Syahrir Bagian 1

Masa Studi di Belanda (1929 - 1935)

Syahrir di Belanda mengambil jurusan Hukum di Univesitas Van Amsterdam. Pada awal kuliah, Syahrir aktif mengikuti berbagai kegiatan.

Suatu saat Hatta membentuk Perhimpunan Indonesia dan membutuhkan bantuan Syahrir. Maka Syahrir pun kembali ke Indonesia untuk menjadi sekertaris Hatta pada waktu itu. Namun dalam PI terjadi masalah internal karena banyaknya anggota yang menginginken kemerdekaan ke arah ideologi komunis sementara Syahrir dan Hatta lebih cenderung ke arah sosialis dan nasionalis. Akhirnya mereka berdua dikeluarkan dari PI.

Mereka berdua pun membentu PNI baru pada tauhn 1931. Berbeda dengan PNI lama, PNI baru lebih bersifat kaderisasi yang mengutamakan pendidikan terhadap anggotanya.



Syahrir bersama para pemuda
Syahrir dan Hatta pun sempat di asingkan ke DIgoel dan Banda Neira.




Link Riwayat Hidup Sutan Syahrir PART1PART2PART3PART4









Read More

Wednesday, December 14, 2016

Riwayat Hidup Sutan Syahrir Bagian 1

  No comments
8:35 PM

Riwayat Hidup Sutan Syahrir

Sutan Syahrir lahir pada tanggal 5 Maret tahun 1909 Padang. Ia merupakan salah satu pendiri negara Indonesia melalui perjuangan di garis belakang dengan jalan kaderisasi kaum pergerakan bawah tanah. Syahrir sangat pintar dalam berdiplomasi, sehingga Indonesia dapat terkenal hingga dunia Internasional.

Sutan Syahrir bertubuh kecil, namun perannya sangat besar dalam mewujudkan momentum kemerdekaan Indonesia. Syahrir pun sering dipanggil "Bung Kecil" oleh teman seperjuangannya.

Sutan Syahrir merupakan perdana mentri PERTAMA Indonesia.





Masa Kecil hingga Remaja (1909-1929)

Lahir dari keluarga mampu ia memiliki ayah seorang Jaksa lokal bernama Mohammad Rasad Gelar Maharjo Sutan, dan Ibu nya Puti Siti Rabiah. Syahrir pun mempu sekolah pada masa itu hingga lulus SMA. Selama sekolah ia termasuk anak yang sangat cerdas, rajin membaca buku filsafat, dan aktif dalam berbagai kegiatan.


Syahrir pun mendirikan klub diskusi politik untuk para pemuda Bandung yang bernama Patriae Scientiaeque. Dari sinlah beliau bertemu sosok aktivis mahasiswa ITB yang bernama Koesno (Ir.Soekarno).

Dan Soekarna (26 tahun) mendirikan Partai Nasional Indonesia tahun 1927. Dalam partai itu Syahrir (18 tahun) dipercaya sebagai pengurus organisasi pemuda PNI yang bernama Jong Indenesien. Dari sinilah muncul perjuangan yang bernama Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Link Riwayat Hidup Sutan Syahrir PART1, PART2, PART3, PART4











































Read More

Biografi Tan Malaka Bapak Republik Indonesia

  No comments
12:18 AM



Biografi Tan Malaka Bapak Republik Indonesia



Biografi Tan Malaka. Taukah kamu siapa orang yang pertama kali memperjuangkan kemerdekaan Indonesia?. Apakah Soekarno? Apakah Bung Hatta?. Yak jawabannya adalah Sutan Ibrahim atau yang biasa di kenal dengan gelarnya yaitu Tan Malaka. Beliau lahir tanggal 2 Juni 1897. Tan Malaka ialah aktivis pejuang nasionalis Indonesa yang melawan penjajahan Hindia-Belanda PERTAMA KALI. Tidak hanya itu, tetapi beliau juga dalang pencetus tentang konsep "Negara Indonesia" terbukti dalam bukunya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia (1925). Buku inilah yang menginspirasi Soekarno, Hatta, Sjahris, dan kawan-kawan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari mulai menulis buku hingga membentuk kekuatan persatuan bangsa, berbicara dalam kongres internasional, ikut bertempur di lapangan melawan Belanda secara langsung, sampai akhirnya harus keluar masuk penjara berkali-kali, diburu oleh interpol, dan kejar-kejaran sama polisi internasional.

Namun pemerintah kita sendiri faktanya menganggap dirinya sebagai pemberontak dan pada akhirnya beliau mati ditembak oleh tentara Republik Indonesia di Kediri 1949 dan sampai hari ini jenazahnya belum ditemukan. Presiden Soekarno telah mengangkat namanya sebagai pahlawn nasional pada 28 Maret 1963. Seperti hilang dari sejarah, nama Tan Malaka seperti tertelan oleh bumi, sehingga kita sendiri tidak pernah mendengar ceritanya di pelajaran Sejarah SD hingga SMA sampai sekarang ini. Betul?

Masa Kecil Tan Malaka 1908 - 1919

Sewaktu kecil Tan Malaka ialah seorang anak yang cerdas. Pada umur 11 tahun ia masuk sekolah Kweekschool calon guru di Kota Bukittinggi. Dikarenakan kepintarannya, warga desa bersama-sama berupaya menyekolahkan Tan Malaka ke negeri Belanda. Akhirnya Tan Malaka pun berhasil bersekolah di Belanda dan ia diterima di Rijkskweekschool sekolah kejuruan guru negeri di kota Harlem Belanda. Disinilah beliau mempelajari banyak hal, seperti ilmu filsafat ekonomi, filsafat sosial yang pada saat itu emang lagi menjadi trending topik di Eropa.

Sekolah tempat Tan Malaka belajar di Belanda

Perjuangan Tan Malaka di Indonesia 1919 - 1922

Setelah mengenyam pendidikan di Belanda, Tan Malaka kembali pulang ke Indonesia dan menjadi seorang guru bahasa Melayu untuk anak-anak buruh perkebunan teh dan tembakau di Sanembah, Sumatra Utara. Dari pengalaman mengajar ini Tan Malaka melihat adanya ketidakadilan yang diterima para buruh Teh, mereka mendapat upah rendah, sring diitpu karena buta huruf dan tidak lancar berhitung.

Berbekal ilmu pengetahuan yang dimilikinya, Tan Malaka memutuskan bergabung dengan organisasi ISDV (Organisasi ynag memperjuangkan hak kepemilikan tanah dan alat produksi kepada rakyat agar tidak dimonopoli oleh kaum kolonial).

Karena aksinya, ISDV pada akhirnya dibubarkan oleh Belanda. Tapi ISDV tidak mati sepenuhnya, sehingga berganti nama menjadi PKH (Perkumpulan Komunis Hindia) yang berisi kaum pribumi muslim.

Rapat Sarekat ISLAM
Melihat penindasan dimana-mana, Tan Malaka memutuskan untuk pergi ke pulau Jawa dan mendirikan sekolah di Semarang. Selain mengajar, Tan Malaka pun melakukan aksi radikal untuk memperjuangkan kemerdekaan di tanah Jawa. Tan Malaka memimpin gerakan demonstrasi para buruh dan pedagang kios pegadaian.

Melihat ulah Tan Malaka, pihak Belanda geram dan megasingkan Tan Malaka ke negeri Belanda.

Perjuangan Dalam Masa Pengasingan (1922 - 1942)

Walaupun di asingkan, Tan Malaka tetap melakukan upaya perlawanan. Salah satunya beliau masuk kedalam organisasi Communistische Partij Nederland atau partai Komunis Belanda. Sangking cerdasnya, Tan Malaka dipilih menjadi kandidat ke tiga untuk duduk di parlemen Belanda dari partai ini. 

Gagal menjadid anggota parlemen Belanda, ia pergi ke Berlin. Di Berlin dia bertemu teman seperjuangannya, yaitu Darsono (Anggota penting di Sarekat Islam), yang pada waktu itu menjadi perwakilan Communist Internasional di Berlin.

Kegiatan Komintern di Berlin
Setelah mengikuti Komintren di Berlin, Tan Malaka ditugaskan menjadi agen Komintern di Asia Tenggara. Disanalah beliau menyusun gagasan masa depan bagi Hindia-Belanda yang ia bukukan dengan judul "Menuju Republik Indonesia". Buku ini berisi ramalan Tan Malaka tentang masa depan, salah satunya akan terjadinya perang dunia 2. Soekarno, Hatta, Sjahrir dkk pun membacanya dan ikut untuk merealisasikan gagasan Republik Indonesia untuk menjadi kenyataan.

Dari Belanda, Tan Malaka membentuk Partai Republik Indonesia di Manila. Setelah bertahun-tahun di Belanda, Tan Malaka memutuskan diam-diam kembali ke Indonesia menggunakna perahu kecil menyebrangi Selat Malaka, dan setelah sampai di Jakarta. Tan Malaka menyamar sebagai pegawai dinas kesejahteraan sosial.

Perjuangan setelah Kembali ke Indonesia (1942 - 1949)

Pada masa ini Belanda telah di usir oleh Jepang. Pada masa ini pun Tan Malaka masih menyembunyikan jati dirinya sampai Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan.

Setelah merdeka, Tan Malaka baru berani memunculkan diri ke publik. Melihat lembeknya pemerintahan Soekarno Hatta karena masih melakukan perundingan dengan negara barat. Tan Malaka membentuk Persatuan Perjuangan (PP) yang muncul akibat kekecewaan rakyat Indonesia.

Karena perjuangan Tan Malaka ini tidak nurut sama pemerintah, para pemimpin PP akhirnya ditangkap dan di penjara, salah satunya Tan Malaka. Setelah keluar dari penjara, apa yang di khawatirkan Tan Malaka benar-benar tejadi, yaitu hasil dari perjanjian yang Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakartam dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia.

Menanggapi hal ini, Tan Malaka membentuk banyak gerakan masyarakat untuk menentang perjanjian Renville dan merebut kembali secara utuh wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke. Salah satu gerakannya adalah Gerakan Revolusi Rakyat (GRR), PARI, Murba (Partai Musyawarah Rakyat Banyak).

Tan Malak pun mengumumkan pemebrontakan terhadap Belanda di radio yang isinya :
  1. Tidak mengakui perjanjian Linggarjati dan Renville
  2. Menghancurkan negara boneka bentukan Belanda
  3. Mengambil alih semua wilayah Indonesia yang masih dikuasai Belanda
  4. Mengambil alih semua aset Belanda dan Eropa lainnya
  5. Mengembalikan harga diri rakyat Indonesia
  6. Mengabaikan seluruh ajakan perundingan
  7. Tidak menyetujui perjanjian apapun yang tidak menyebutkan bahwa Indonesia merdeka pada tanggal 17 agustus 1945
  8. Menyatukan seluruh partai dan badan keamanan rakyat
Pengumuman ini membakar semangat rakyat dan sekaligus menyebabkan Tan Malaka di tangkap dan di cap sebagai pemberontak. Sampai akhirnya di bunuh oleh tentara nasional Indonesia di Kediri Jawa Timur 19 Februari 1949.

Selesai.

Read More

Saturday, December 10, 2016

Biografi Joko Widodo "Jokowi" - Presiden ke 7 Indonesia dengan Kebijakannya yang Kontroversial

  1 comment
8:52 PM

Biografi Joko Widodo "Jokowi" - Presiden ke 7 Indonesia dengan Kebijakannya yang Kontroversial

"Lebih baik diremehkan dari pada dipuji. Ambil posisi underdog agar siapapun tak bisa menduga gebrakan fatalmu" -Joko Widodo

Biografi Jokowi
Presiden Indonesia "Joko Widodo"
          Siapa yang tidak kenal dengan presiden ke-7 Indonesia? Beliau adalah Ir. H. Joko Widodo atau biasa dipanggil Jokowi. Beliau lahir di Surakarta, 21 Juli 1961. Banyak yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya Jokowi merupakan pengusaha Mebel. Asal kata Jokowi sebenarnya berasal dari seorang pembelinya yang berasal dari Prancis. Karena banyak sekali nama depan Joko yang menjadi eksportir mebel kayu. Sehingga pembeli kebingungan membedakan Joko “Jokowi” dengan Joko yang lainnya. Panggilan “Jokowi” pun bertahan hingga sekarang. Jokowi menikah dengan Ny. Hj. Iriana Joko Widodo yang kemudian dianugerahi 3 orang anak aitu Gibran Rakabumi Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangerap.

1. Pendidikan Joko Widodo

  • SDN 111 Tirtoyoso Solo
  • SMPN 1 Solo
  • SMAN 6 Solo
  • Jurusan Kehutanan Fakultas, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM)

Di Jurusan Kehutanan, Jokowi belajar cukup keras mengenai struktur, pemanfaatan serta pengolahan kayu. Hingga akhirnya Jokowi berhasil lulus pada tahun 1985 dengan judul skripsi "Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta".

2. Jokowi Berwirausah

         Setelah lulus, Jokowi memulai bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh di area Hutan Pinus Merkusi di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Namun Jokomi merasa tidak betah dan kembali pulang. Kemudian ia bekerja di usaha milik Pekdenya yaitu Pak Miyono yaitu CV Roda Jati. Sampai kahirnya Jokowi berani membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu yang diambil dari nama anak pertamanya. Usaha yang digeluti oleh Pak Jokowi semoat Berjaya dan juga naik turun tertipu pesanan yang tidak dibayar. Hingga tahun 1990, Jokowi bangkit dengan modal yang dipinjamkan ibunya sebesar Rp 30 juta.
         Sampai akhirnya Jokowi bertemu Micl Romaknan. Micl adalah orang yang memberikan julukan “Jokowi”. Jokowi mendapat kepercayaan hingga bisa berkeliling Eropa. Berkeliling Eropa membuatnya terinspirasi untuk menerapkannya di kota Solo sehingga ia mulai tertarik memasuki dunia politik untuk menerapkan kepemimpinan manusiawi serta mewujudkan kota yang besahabat untuk penghuninya.

3. Jokowi Menjadi Walikota Solo

Biografi Joko Widodo
Jokowi ketika menjadi Wali Koto Salo

         Sampai akhirnya pada Pilkada Kota Solo tahun 2005, Jokowi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju sebagai calon Wali Kota Surakarta. Jokowi pun keluar sebagai pemenang dan menjadi walikota Solo. Dibawah kepemimpinan Jokowi, Kota Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di Universitas Luar Negeri. BErkat pencapaiannya ini Jokowi pun terpilih kembali sebagai Wali Kota Surakarta pada tahun 2010. Saat itu Jokowi pun memberkenalkan bus Batik Solo Trans, Solo pun menjadi tuan rumah berbagai acara internasional. Jokowi pun dikenal khas dengan blusukan yaitu pendekatannay dalam merelokasi pedagang kaki lima yang “memanusiakan manusia”. Hingga pada tahun 2012, Jokowi dicalonkan oleh PDI-P sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

4. Jokowi Menjadi Gubernur DKI Jakarta

Biografi Joko Widodo
Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta

        Jokowi diminta secara pribadi oleh tokoh Golkar yaitu Yusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DIK Jakarta pada Pilgub DKI taun 2012. Yusuf Kalla pun meminta dukungan dari Megawati Soekarnoputri, yang awalnya terlihat masih ragu. Jokowi pun saat itu dipasangkan dengan Basuki T Purnama yang saat itu menjadi anggota DPR. Jokowi pun sempat menolak, sampai kemudian pada kahirnya Jokowi bersedia menerimanya dan kemudian Partai PDI Perjuangan pimpinan Megwati Soekarno Putri bersama Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto resmi mengusungnya pada tahun 2012 sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal sebagai Ahok.          Namun perjalanan mereka tentu tidak semulus yang diharapkan. Banyak sekali yang berpendapat bahwa pasangan Jokowi-Ahok tidak diunggulkan. Namun faktanya yang terjadi adalah Jokowi-Ahok berhasil mengumpulkan suara mengimbangi pasangan Fauzi-Bowo dengan selisih suara yang sangat tipis hingga diadakan pilkada DKI Jakarta putaran kedua.
          Pilkada putaran kedua pun digelar, sampai akhiranya pasangan Jokowi-Ahok berhasil menjadi pemenangnya. Berkat strategi politik Jokowi yang cerdas hingga menghantar Jokowi menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta. Setelah menjadi Gubernur, Jokowi pun mulai mengerjakan segala permasalahn yang ada di DKI sesuai janjinya ketika bekampanya, seperti perbaikan irigasi, penataan pedagang kaki lima hingga perbaikan transportasi yang menjadi masalah di Jakarta. Ia juga melakukan kebijakan seperti pembuatan kartu Jakarta sehat untuk kesehatan, kartu Jakarta Pintar untuk pendidikan dan pengurangan nepotisme di birokrasi DKI Jakarta dengan system lelang jabatan.

5. Jokowi Menjadi Presiden ke 7 Indonesia

Biografi Joko Widodo
Jokowi saat menjadi Presiden ke 7 Republik Indonesia

         Popularitas Jokowi pun semakin naik dan berakibat Jokowi memimpin hasil survei calon presiden ke 7 Indonesia menyingkirkan kandidat lainnya. Tangal 14 Maret 2014, Mengawati akhirnta menulis langsung mandate kepada Jokowi untuk menjadi calon Presiden dan Jokowi pun menyanggupi dan bersedia uuntuk maju sebagai calon presiden Republik Indonesia dalam pemilihan umum presiden Indonesia 2014. Ia juga mengungkapkan kesiapannya sembari mengucap "bismillah" dan mencium bendera merah putih di rumah Si Pitung. Kemudian pada tanggal 16 Mei 2014, Jokowi mengumumkan bahwa Jusuf Kalla akan menjadi calon wakil presidennya. Deklarasi tersbutberlangsung di Gedung Joeang 45 di Menteng, Jakarta. Pencalonan Jokowi-JK ini didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura.         Pada bulan Juli 2014, hasil perhitungan oleh KPU Indonesia menyatakan bahwa Jokowi-JK keluar sebagai pemenang Presiden 2014 dengan perolehan suara sebesar 53,15% atau 70.997.833 dengan mengalahkan lawannya pasangan Prabowo-Hatta Rajasa dengan perolehan suara 46,85% atau 62.576.444 adapun selisih suara antara Jokowi dan Prabowo sebesar 8.421.389 suara. Pasangan capres kubu Prabowo-Hatta pun sempat menggugat perolehan suara, namun pada kahirnya Jokowi-JK teteap meduduki kursi sebagai Presiden. Pelantikan pun dilaksanakan 20 Oktober 2014 di Gedung DPR/MPR RI
          Segala kebijakan Jokowi muali diterapkan seperti memberi instruksi keras terhadap pencuri ikan di wilayah Perairan Indonesia yaitu penenggelaman kapal yang banyak diapresiasi oleh banyak kalangan, membereskan banyak proyek pembangunan yang terbengkalai, membagikan seribu lebih traktor guna menggengjot produksi pertanian, mengundang investor asing dengan nilai investasi 300 Trilyun rupiah ketika ia berpidato di APEC. Kebijakan ain pun seperti menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), penunjukan Budi Gunawan sebagai Kapolri yang kemudian batal karena berseteru dengan KPK, hingga penandatangan surat Perpres mengenai Kenaikan uang muka Mobil pejabat yang ia tidak ketahui sehingga banyak menimbulkan protes. Namun terlepas dari kontroversi kebijakannya Jokowi tetap menjadi sosok yang menjadi banyak perhatian dan membawa perubahan besar.

6. Penghargaan yang Diterima Jokowi

  • Satya Bhakti Kadin Jawa Tengah 2007
  • Solo Pos Award Solo Pos 2007, 2008
  • IKAPI Awards IKAPI 2008
  • Leadership Awards Menteri Aparatur Negara & Leadership Park 2008
  • Perhumas Award Perhimpunan Hubungan Masyarakat 2008
  • Tokoh Pilihan Tempo 2008 Majalah Tempo 2008
  • Kepala Daerah Tingkat II Terbaik Pengembangan MICE Majalah Venue 2009
  • Pelopor Inovasi Pelayanan Prima Presiden RI 2010
  • Kepala Pemerintah Daerah berjiwa Enterpreneur Berhasil Property and Bank 2010
  • Innovative Government Award Kementerian Dalam Negeri 2010
  • Bung Hatta Anti Corruption Award 2010
  • Marketer Award Markplus Inc. 2010
  • Alumnus Berprestasi Kategori Penggerak Sosial UGM 2010
  • Visit Indonesia mengembangkan destinasi wisata Kementerian Pariwisata 2010
  • IAI Award IAI Jawa Tengah 2011
  • Inovasi Manajemen Perkotaan Awards Kementerian Dalam Negeri 2011
  • UNS Awards — Tanda Jasa Dharma Budaya Bhakti Praja Rektor UNS 2011
  • Realestat Indonesia—Penataan Lingkungan, Relokasi PKL dan Penataan Pasar Tradisional serta Peremajaan Kawasan Kumuh DPP REI 2011
  • Tokoh Perubahan 2010 Republika 2011
  •  MIPI Awards Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia 2011
  • Satya Lancana Pembangunan Bidang Koperasi Presiden RI 2011
  • Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama Presiden RI 2011
  • GATRA Award Walikota Terbaik GATRA 2011
  • Charta Politika Award III Tokoh Kepala Daerah 2012
  • Soegeng Sarjadi Award on Good Governance untuk Kategori Tokoh Inspirasi Pemberdayaan Masyarakat 2012
  • Pembina Bank Daerah Terbaik 1 2012
  • Anugerah Integritas Nasional 2013
  • Jak Award
  • Tokoh News Maker 2012
  • Best of The Best "The Right Man On The Right Place 2013"
  • Pembina BUMD Terbaik 2013
  • Tokoh Yang Memiliki Sikap dan Kebijakan Politik Yang Berpihak Pada Rakyat
  • Anak Bangsa Yang Layak Memimpin Bangsa
  • RMOL Democracy Award
  • PenghargaanTerbaik II "Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2013 Tingkat Provinsi Kelompok A (DKI Jakarta) 2013"
  • Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Penghargaan Satya Lencana Karya Bakti Praja Nugraha Presiden RI
  • Soegeng Sarjadi Award "Award On Good Government" Kategori Kepemerintahan Terbaik Soegeng Sarjadi 19 September 2013
  • Prominent Figure With Positive Sentiment In Social Media 2013
  • Wreda Nugraha Utama 2013
  • Bung Hatta Anti Corruption Award 2013
  • Akuntanbilitas Kinerja Pemprov DKIJakarta Tahun 2013 dengan Predikat "CC" Menpan Azwar Abu Bakar 2013
  • Anugerah Parahita Eka Praya 2013 Provinsi DKI Jakarta 2013
  • Mens Obsesion Decade Award 2004-2014, Rising Leades
  • Pemerintah Daerah dengan Laporan Gratifikasi Terbanyak ke KPK
  • Tokoh Masyarakat Peduli Sosial Moestopo
  • Peran dan Dukungan yang Besar dalam Pengendalian Tembakau di Indonesia
  • Tokoh Pluralis Lembaga Pemilih Indonesia
  • Anugerah Tokoh Seputar Indonesia 2013
  • Provinsi Terbaik ke — 2 Pencapaian Tujuan Pembangunan Milinium Bappenas
  • Tokoh Terinspiratif Was-Was
  • Piagam Penghargaan Anubhawa Sasana Kelurahan Menteri Hukum dan HAM
  • Tokoh Peduli Ekonomi Kerakyatan Universitas Bung Hatta
  • Future Gov Award 2013 DKI Jakarta Winner of the category or E-Government
  • Rekor Dunia Pemprov DKI Kategori Parade Jenis Busana Tradisional Terbanyak
  • Tokoh Pelestari Kebudayaan Jakarta Penghargaan dari Soekarno Center Bali — Indonesia sebagai Tokoh Teladan Demokrasi Indonesia


Baca juga Artikel :



Read More