Showing posts with label Ulama. Show all posts

Monday, December 12, 2016

Biografi Ali bin Abi Thalib

  No comments
10:08 AM

BIOGRAFI ALI BIN ABI THALIB

           
Ali bin abi thalib lahir di makkah pada tahun 603M. Ali termasuk keturunan Bani hasyim. Ali merupakan saudara sepupu dari Nabi Muhammad s.a.w dari kakek Abdul Muthalib Ali menikahi  putri rasullullah, Fatimah pada tahu ke 2 hijriyah. Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniai 3 putera dan 2 puteri yaitu Hasan , Husain , Muhsin , Zaenab dan Ummu kulsu.

            Ali memiliki fisik dan wajah yang tampan sehingga beliau mendapat gelar Karramal Laahu wajhah yang artinya adalah Allah menghormati wajah (diri)nya. Beliau memiliki kulit sawo matang ,kepala botak , matanya lebar dan hitam , pundak lebar dan kuat , tangannya dan lengannya kuat, badannya besar hamper gemuk dan tubuhnya tidak tinggi dan tidak pendek.

            Sejak Awal perjuangan dakwa islam di makkah. Ali selalu mengikuti jejak rasullulah sehingga ali dapat mengetahui segala rintangan dan hambatan yang dilakukan oleh kaum kafir makkah terhadap perjuangan nabi dan kaum muslimin. Ali bin abi thalib adalah orang yang pertama kalli masuk islam dari golongan anak anak.

            Dalam sejarah islam , ali bin abi thalib dikenal sebagai seorang pembela nabi dan kaum muslimin yang pemberani. Keahlian ali dalam memainkan pedang melawan para musuh sangat dikenal disegani kawan lan lawan . Sehingga Ali bin abi thalib mendapat julukan Khalib bin Wahid yaitu yang artinya Pedang Allah. Hal itu terbukti pada setiap peperangan yang dipimpin rasullulah ali pasti berada didepan dan dapat membunuh musuh yang mati terbunuh diujung pedannnya.


            Setelah Khalifah Ustman bin Affanwafat karena dibunuh kaum pemberontak maka suasana kota madinah menjadi sangat tegang. Maka dari situlah akhirnya pemuka masyarakat dan pemuda mendesak agar ali menjadi khalifah penerus Utsman bin Affan. Tetapi ali berseru ´ini bukan urusanmu.ini dalah urusan orang orang yang ikut perang Badar ? Mana thalhah, mana zubair , mana sa’ad ? “ orang orang sangatlah mendesak agar ali menjai khalifah. Akhirnya ali menyarankan bahwa dilakukan secara demokratis saja artinya pemilihan dan penunjukan dilakukan dengan musyawarah bukan tunjukan orang tertentu..

            Pada awal pemerintahan, Ali mengahadapi berbagai masalah besar akibat kebijakan Utsman bin Affan. Untuk itu Ali bin abi thalib mengambil beberapa kebijakan sendiri
  •    Mengganti seluruh pejabat dan gubernur yang telah diangkat Utsman bin Affan.
  •  Menarik kembali tanah tanah yang telah dibagikan kepada kerabat utsman dengan menyerahkan pendaatnnya untuk Negara.
  •  Menghidukan kembali sistem pajak
  • Memerangi pemberontakan

Masalah pemerintahan lebih banyak terfokus kepada upaya menghadapi pemberontakan yang muncul secara berkesinambungan .

a.       Perang jamal

Perang jamal atau perang Unta adalah perang antara Khalifah Ali melawan Aisyah. Perang Jamal ini trjadi pada tanggal 11 Jumadil Akhir, 36 H atau Desember 657 M yang waktunya tidak sampai sehari. Perang ini berasal dari perbedaan pendapat antara Saidina Ali, Muawwiyah, Thalhah, Zubair, dan Aisyah dalam penyelesaian kasus pembunuhan terhadap Khalifah Utsman ibn Affan.Ali keluar dari Madinah menuju Kuffah dengan membawa sekitar tujuh ratus pasukan dan pasukan ini menjadi tujuh ribu orang. Sementara itu, penduduk Basrah sedang menunggu mereka dating dan pasukan mereka mencapai dua puluh ribu orang, sedangkan jumlah pasukan Aisyah sekitar tiga puluh ribu orang. Pada saat itu juga Aisyah yang disertai oleh Zubair dan Thalhah serta kaum Muslimin dari Makkah juga menuju Basrah untuk menetap disana. Pada saat itu Ali pun mengubah rute perjalanannyadari Syam ke Basrah, kemudian beliau mengirimkan beberapa utusan kepada Aisyah dan orang-orang yang bersamanya lalu menerangkan dampak negative dari apa yang mereka lakukan. Mereka puas dengan apa yang dikatakan oleh Ali dan mereka kembali ke base untuk melakukan kesepakatan damai. Kedua belah pihak  hampir saja melakukan kesepakatan damai, namun Abdullah bin Saba’ beserta pengikutnya yang menyimpang marasa ketakutan da mereka berpikir pertempuran harus terjadi antara kedua pasukan. Pertempuran terjadi demikian sengitnya di depan Unta yang membawa tandu Aisyah, pasukan Basrah kalah dalam peperangan iini. Ali memperlakukan Aisyah denagn baik dan mengembalikannya ke Makkah. Pada perang Jamal ini banyak kaum muslimin yang terbunuh. Perang Jamal ini adalah perang pertama kali antara sesame kaum muslimin
b.      Perang Shifin

Perang shiffin adalah peperangan yang terjadi pada tahun 37 H antara saidina Ali muawwiyah disatu tempat di irak dan berbatasan dengan Syiria yag bernama shiffin, perang ini di sebabkan komplain Muawwiyah atas ketidakberesan penyelesaian kasus pembunuhan Utsman, dan di dukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaannya.Ali menuliskan surat kepada Muawwiyah sebagai sarana untuk mencari solusi damai. Ali mengutus orang-orangnya untuk mengrimkan surat tersebut kepada Muawwiyah, tetapi apa yang diharapkan Ali dari Muawwiyah belum juga mendapatkan hasil sebagaimana yang di harapkannya semuanya tidak menghasilkan apa-apa.Ali masih tetap mengutamakan perdamaian sebelum npertumpahan darah terjadi. Khalifah Ali mengirim utusannya yang terdiri dari tiga orang. Muawiyah tetap masih pada pendiriannya, Bulan Muharram telah tiba, bulan ini mengharuskan mereka mengadakan gencatan senjata sampai habisnya bulan Muharram. Ali memanfaatkan waktu gencatan senjata ini untuk damai.Kesempatan Muawiyah untuk mempertimbangkan usulan damai dari Ali teah habis waktunya. Ali memerintahkan pasukannya untuk bersiap-siap mengangkat senjata, hingga paginya pertempuran itu terjadi. Peperangan sudah tidak dapat dihindarkan dan berlangsung sangat menyedihkan korban mulai berjatuhan dari pihak Ali maupun Muawiyah. Pihak Ali mulai menguasai peperangan, melihat pasukannya hampir mengalami kekalahan, Muawiyah meminta pendapat Amru untuk menyusun taktik selanjutnya.Namun Amru mengusulkan agar Muawiyah memegang Al-Qur’an sebagai tanda menghentikan perang.
Menjelang Shubuh pada tanggal 17 Ramadhan 40 Hijriyah didalam masjid Kufah Iraq sebelum beliau akan menunaikan shalat subuh. khalifah ali bin abi thalib dipukul dengan pedang beracun oleh Abdurrahman bin Muljam. Ali bin abi thalib wafat setelah 6 tahun 9 bulan 22 hari menjadi khalifah dan wafat pada umur 63 tahun . Setelah ali meninggal Hasan putranya dingakat menjadi khalifah penerus ali bin abi thalib.
"Cerita tentang perang jamal dan perang shifin"



Read More

Monday, December 5, 2016

Khalifah Utsman bin Affan

  No comments
9:56 AM

KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN
"Janganlah kalian lalai terhadap Allah karena Allah tidak pernah lalai terhadap kalian."
Utsmanbin affan dilahirkan dikota makkah, tepatnya pada tahun 576. Utsman berasal dari keluarga Bani Umayah dan Bani Muawiyah.Nama panggilan utsman bin affan adalah Abu Abdullah dan mendapat gelar Dzun Nurain karena rasullulah menikahkan kedua putrinya kepada utsman.
Utsman adalah salah satu dari sekian orang orang yang memeluk islam karena abu bakarash shidiq. Salah satu tokoh dari Bani Umayyah yang memeluk islam dan menjadi khalifah adalah Utsman. Setelah utsman memeluk agaa islam , beliau selalu didekatkan oleh nabi. Pada setiap pertemuan atau kegiatan utsman selalu mengikuti nabi

Ketika Umar bin khatab sedang sakit akibat dari tikaman seorang budak Persia yang bernama Fairuz yang lebih dikenal dengan nama Abu Lu’lu’ah, Para sahabat Rasulullah merasa takut andai Umar bin khattab wafat tanpa meninggalkan pesan tentang penggantinya. Di tempat tidurnya, Umar mengambil keputusan dengan menunjuk badan musyawarah yang terdiri dari orang-orang yang yang dijanjikan oleh Rasulullah sebagai orang-orang yang masuk surga tanpa hisab. Mereka itu adalah Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Saad bin Waqah, Adurahman bin Auf, Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah bin Umar. Untuk memeilih seorang khalifah diantara mereka. Umar bin kaththan membuat krtiteria . Adapun kriteria pemilihan telah ditetapkan oleh khalifah Umar bin Khattab yaitu :
  1.  Khalifah yang di pilih adalah dari anggota Syura kecuali Abdullah bin Umar yang tidak punya hak pilih dan bertindak sebagai penasihat.
  2. Bilamana suara dari anggota tim sama hendaknya keputusan diserahkan kepada Abdullah bin Umar sebagai anggota tim tersebut.
  3. Jika keputusan Abdullah bin Umar tidak disetujui oleh anggota mengikuti keputusan yang diambil oleh Abdurrahman bin Auf.
  4. Bila ada anggoat tim yang tidak mau mengambil bagian dalam pemilihan maka anggota tersebut harus dipenggal kepalanya.
  5. Bila dua calon mendapatkan dukungan yang sama maka calon yang didukung oleh Abdurrahman bin Auf yang dianggap menang.
"Makam Utsmann bin affan"
            Setelah Umar wafat, berkumpullah orang-orang yang dipilihnya menjadi formatur dikepalai oleh Abdurrahman bin Auf . Tiga hari musyawarah yang amat penting itu, dan sudah tiga hari rupanya belum juga dapat diputuskan karena sejak awal jalannya pertemuan itu sangat runyam. Dalam kondisi ini, Abdurrahman bin Auf berinisiatif melakukan musyawarah dengan sahabat dan tokoh-tokoh masyarakat selain yang termasuk dalam anggota badan musyawarah, dan suara terbelah menjadi dua kubu yaitu pendukung Ali dan pendukung Utsman
Meskipun suara terbanyak dari anggota formatur jatuh pada Utsman, namun Abdurrahman tidak serta merta membai’at Utsman. Tetapi pada subuh hari sesudah semalaman ia berkaliling memantau pendapat masyarakat, ia berdiri setelah kaum Muslimin memenuhi mesjid dan menyampaikan pengantar tentang pelaksanaan pemilihan khalifah. Pada saat itu Abdurrahman mempunyai ide. Dia memanggil Ali dan Utsman secara terpisah untuk dimintai kesanggupannya bertindak berdasarkan al- Qur’an dan sunnah Rasul-Nya serta berdasarkan langkah-langkah yang diambil oleh dua khalifah sebelumnya. Ali bin Abi Thalib bertindak sesuai dengan pengetahuan dengan kekuatan yang ada pada dirinya, sedangkan Utsman bin Affan menyanggupinya, sehingga Abdurrahman mengucapkan bai’atnya dan diikuti oleh orang banyak menyatakan bai’at, termasuk juga Ali pada akhirnya juga menyatakan bai;atnya kepada Utsman bin Affan.

Utsman bin Affan ditetapkan menjadi khalifah, pada hari Senin, akhir bulan Dzulhijjah tahun 23 H. dan resmi menjadi khalifah yang ketiga dari Khulafa al-rasyidin pada tanggal 1 Muharram tahun 24 H.
Pada  masa pemerintahan Utsman bin Affan menuai berbagai keberhasilan dan kejayaan, yang ditandai dengan perluasan wilayah kekuasaan Islam, pengukuhan angkatan laut pertama tentara Islam, penyeragaman penulisan al-Qur’an, namun pada masa-masa akhir pemeritahannya timbul masalah  dan protes rakyat karena rakyat menilai bahwa Utsman bin Affan telah melakukan “Nepotisme” dan “favoritisme”. Mereka berkata bahwa Utsman menguntungkan sukunya sendiri yaitu Bani Umayyah, dengan jabatan-jabatan tertinggi.
Sikap dan aksi keberatan, serta penetangan terhadap khalifah utsman bin affan semakin kuat sihingga para pemberontakan melakukan pengepungan atas rumah Khalifah Utsman bin Affan dan menuntut satu di antara dua hal :
  •  Marwan bin Hakam dihukum qisas
  • Khalifah Utsman melepaskan jabatannya sebagai khalifah.
   Kedua tuntutan di atas ditolak oleh Khalifah Utsman dengan alasan :
Marwah bin Hakam baru berencana membunuh, dan belum benar-benar membunuh.
Berdasarkan sabda Rasulullah SAW kepada mereka, ”Bahwasanya engkau Utsman akan mengenakan baju kebesaran. Apabila engkau telah mengenakan baju itu, janganlah engkau lepaskan”.
            Utsman meminta para sahabat yang bersamanya agar tidak memerangi kaum pemberontak. Sehingga kepungan dan desakan semakin hebat, apalagi setelah mendengar berita bahwa ribuan pasukan bantuan akan segera tiba di Madinah untuk melepaskan Utsman dari pengepungan. Hal ini membuat keadaan semakin tak terkendali dan pasukan pemberontak kian menguasai keadaan akhirnya tragedi berdarah yang sangat memilukan dalam sejarah Islam.
Utsman bin affan dibunuh oleh Muhammad bin Abu Bakar selaku kepala pemberontak dan al-Ghifari. Utsman bin affan wafat ketika sedang membaca al-Qur’an pada waktu subuh tepatnya terjadi pada tanggal 17 Juni 651 M / 35 H dalam usia 84 tahun.

"Kisah Sahabat Ke-3 Usman Bin Affan RA"








Read More

Tuesday, November 29, 2016

Sejarah singkat Umar Bin Khaththab memeluk Islam

  No comments
10:24 PM

Sejarah singkat Umar Bin Khaththab memeluk Islam
“Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya,”  
Umarbin khaththab lahir pada tahun gajah , umar adalah anak Quraisy yang terdidik sejak kecil sehingga belaiau cerdas , pemebrani dan pandai. Sejak kecil umar sudah diberi  tanggung jawab memelihara domba dan unta. Setelah dewasa umar ikut berdagang sebagaimana orang kafir quraisy pada umumnya.
Sebelum masuk Islam , Umar sangat benci kepada orang orang yang telah masuk islam. Pada saat itu umar sangat senang sekali menyakiti orang oranng islam disekitarnya. Pagi,siang,malam Rasulullah s.a.w selalu berdoa kepada Allah agar umar mendapat hidayah agar masuk Islam . Setelah lima tahun rasullulah bejuang menegakkan dan mengembangkan islam. Sejak itulah umarpun masuk Islam.
Riwayat umar bin khaththab memeluk islam sangatlah unik. Mengapa demikian ?? karena pada waktu itu sebenarnya umar mendapat tugas untuk membunuh Rasullullah s.a.w dengan pedang yang sudah disiapkannya. Namun pada saat pertengahan perjalanan, umar bertemu dengan Nu’aim ibnu Abdillah. Melihat gelagat umar yang beringasan, karena terkenal dengan sebutan si jago pedang. Nu’aim bertanya :” Mau kemana kau wahai umar ? “ umar menjawab : “ Mau membunuh Muhammad s.a.w. yang telah memecah belah kaum quraisy dan mencela agamaku” Deengan sopan Nur’aim menjawab : “ Alangkah baiknya kamu mengurus keluargamu sendiri umar. Ketahuilah wahai umar bahwa Fatimah adikmu dan suaminya Ibnu zaid sudah mengikuti agama Muhammad!
Mendengar penjelasan tersebut umar sangat geram dan marah sekali. Umar tidak jadi mencari Muhammad tetapi dia langsung menuju ke rumah adiknya. Begitu tiba dirumah Fatimah umar mendengar adiknya sedang membaca Al-Quran. Saat itu umar bertambah geram dan marah epada adiknya. Beliau membentak Fatimah “ hai , Fatimah apa yang kkamu baca tadi “ Fatimah dan suaminyapun tidak menjawab. Sehingga membuat umar berusaha menampar Fatimah tetapi dihalangi oleh suaminya sehingga suaminyapun tersungkur dan mukanya berdarah. Pada saat itulah umar merebut lembaran lembaran Al-Quran  dari tangan Fatimah. Kemudian ayat ayat tersebut dibacanya denagn seksama dan dihayati oleh umar. Belum sempat selesai membacanya, hati umarpun gemetar dan beliau meredakan amarahnya.
Dengan suara lirih umarpun meminta kepada Fatimah  untuk menunjukan dimana nabi Muahammad s.a.w beradaa. Karena kawatir fatimahpun tidak memberitahukan dimana umar berada namun setelah umar menjelaskan maksud bahwa beliau ingin menemui nabi Muhammad untuk masuk islam, barulah Fatimah menunjukan dimana Rasullulah s.a.w. dan sahabat rasul berada. Umar tiba di rumah arqam bin arqam , tempat nabi dan para sabahabatnnya berkumpul. Dengan hati kusyu dan iklash umar berdiri dan mengetuk pintu .
Bangkitlah Hamzah bin abdul-Muthalib mohon kepada rasullullah seraya berkata “ wahai rasullulah, perkenankan saya menjumpainya. Apabila ia bermaksud baik, maka akan aku beri kesempatan untuk masuk, tetapi jika ia berniat jahat, maka akan saya bunuh dengan pedang saya sendiri. Nabi diam sesaat dan bersabda : “Bergembiralah kamu semua! Sesungguhnya umar telah datang kepada kamu, sedangkan cahaya islam terletak diantara kedua matanya “. Kemudian nabi mempersilahkan dan memperkenankan umar bin khaththab untuk masuk kedalam rumah Arqam . Pada saat itu umar berimpuh dihadapan Rasullulah , seraya untuk meminta maaf sebesar besarnya atas segala perbuatan yang telah beliau lakukan dan mengucapkan kalimat syahadat.


Setelah masuk islam dan menjadi tauladan yang baik dan adil. Umar menhapus kalimat “hayya ‘ala khairil ‘amal “(bersegeralah untuk melakukan sebaik baiknya perbuatan) pada salah satu lafal adzan dan umar menambahkannya kalimat “Ash-shalaatu khairun minan-naum”(shalat itu lebih baik dari pada tidur).
Sebelum wafat, Abu bakar Ash shiddiq telah bermusyawarah kepada para sahabat dan beliau memutuskan bahwa umar bin khaththab pantas untuk menggantikann posisinya.Setelah diangkat menjadi khalifah umar bin khaththab menyebt dirinya sebagai Amirul-Mukminnin yang artinya pemimpin orang beriman.
Dalam menjalankan tugas umar snagat mencitai rakyatnya. Dibalik sikapnya yang keras tertanam kebijakan dan keadlian. Belaiau juga senantiasa mendahulukan kepentingan rakyatnya Hal hal yang telah dilakukan umar bin khaththab kepada rakyatnya adalah
  1. Perencanaan kalender Hijriyah dan menetapkan bahwa tanggal satu muharram adalah menjadi awal perhitungan tahun dalam islam
  2. Melakukan perbaikan pemerinttahan dalam negeri sebagai Negara islam. Sebagaimana membagi bagi Negara dalam beberapa wilayah , membentuk berbagai undang undang  dan mengadakan dewan-dewan seperti dewan tetara, harta benda ,dan dean kehakiman
  3. Memeprluas wilayah Negara islam  dengan menaklukan damaskus, menaklukan baitul maqdis penyiaran islam ke mesir dan penyiran islam ke Persia
Umar bin khatab wafat pada tanggal 1 muharram 23H (644M) dalam usia 63 th dan dimakmkan disamping makam rasulullah s.a.w. dimadinah.  Umar memerintah selama 10 tahun 6 bulan. Umar bin khathtahb wafat karena dibunuh , Pembunuhan terjadi di masjid oleh Abu lu’lu’ atas hasutan Ka’ab. Abu lu’lu adalah seorang tukang cat , pandai besi, dan juga tukang kayu.Umar mengetahu profesi abu lu’lu beliau memesan sebuah kincir angin.
Hal ini dijadikan kesempatan abu lu’lu untuk mengetahui segala kegiatan umar bin khaththab.Setelah kincir angin selesai , dikirimkannya kerumah khalifah umar. Keesokan harinya abu lu’lu mengetahui bahwa setiap menjellang fajar khalifah umar pasti ke masjid untuk  shalat berjamaah subuh. Saat itulah abu lu’lu berhasil membunuh khalifah umar dengan enam orang lainnya yang sedang khuyuk menjalankan shalat subuh. Setelah abu lu’lu berhasil membunuh umar bin khaththab . beliauppun membunuh dirinya sendiri dengan pedangnya,

Ilustrasi film Umar Bin khathtab eps 1










Read More

Thursday, November 3, 2016

BIOGRAFI KHULAFAUR RASYIDIN “ Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq”

  No comments
10:06 AM

BIOGRAFI KHULAFAUR RASYIDIN
“ Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq”

Setelah  nabi Muhammad s.a.w.  wafat , kepeminmpinan dilanjutkan oleh khulafaur-rasyidin yang berjumlah empat orang. Salah satunya adalah abu bakar ash-shiddiq memimpin pada 11-13 H atau 632-634 M.

Abubakar ash-shiddiq lahir pada tahun gajah di makkah. Nama asli abu bakar ash-shiddiq adalah abdul-Ka’bah. Kemudian diganti  oleh Rasulullah menjadi Abdullah. Nama abu bakar hanyalah sebuah julukan yang diberikan karena beliau adalah orang yang pertama kali masuk islam dan beliau diberikan nama tambahan ash-shiddiq yang artinya adalah membenarkan. Nama ash-shiddiq diberikan karena abu bakar adalah orang yang pertama kali membenarkan Rasullulah pada saat isra’ Mi’raj.
Setelah menjadi dewasa beliau dikenal sebagai pedagang yang sangat disiplin, jujur, dan pemurah selain ahli dalam berdagang abu bakar ash-shiddiq ini juga cerdas dan sangat mempunyai wawasan pengetahuan yang luas seperti pandai dalam bidang sejarah, sastra, diplomat, dan politikus. Berbekal kecerdasan dan mempunyai ilmu yang luas abu bakar ash-shiddiq tidak ingin mengikuti jejak nenek moyangnya yang seorang quraisy yang sering mabuk mabukan dan berfoya foya. Karena beliau tau bahwa pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang haram dan dapat berakibat buruk.

Ilustrasi Abu Bakar ash-Shiddiq

Sejak kecil abu bakar ash-shiddiq sudah mengenal Nabi Muhammad s.a.w. selama berteman dengan nabi Muhammad abu bakar ash-shidiq tidak pernah mengalami perselisihan yang dapat merenggangkan hubungan persahabatan keduanya.
Hubungan abu bakar dengan nabi Muhammad semakin erat setelah nabi Muhammad menikah dengan anak abu bakar yaitu aisyah. Setelah wafatnya rasullullah, abu bakar ditunjuk sebagai imam shalat yang menggantikan rasullullah . Atas persetuuan kaum Muhajirin dan Anshar abu bakar diangkkat menjadi khalifah pertama yang menggantikan Rasullullah sebagai pemimpin tertinggi kaum muslim sekaligus menjadi kepala Negara serta kepala pemerintahan. Meski ditentang oleh sebagia kaum Syiah karena menurut mereka nabi perah memilih Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya, namuun Ali bin  Abi Thalib menyatakan bahwa beliau akan setia dan mendukunng Abuu Bakar sebagai Khalifah. Saat itu , umat islma berirkan untuk menetapkan Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai khalifah. Ikrar tersebut dikenal sebagai ikrar Tsaqiifa karena ikrar tersebut diselenggarakan ditempat bernama Tsaqifa.

Ilustrasi 4 Khulafaur Rasyidin

Setelah beliau menjadi khalifah, abu bakar disibukan oleh sebuah pemberontakan dan pelurusan aqidah yang melenceng setelah rasullulah wafat. Banyak kaum muslim yang tipis imannya menjadi murtad , mereka berusaha menyerang kota Madinah. Tetapi abu bakar berhasil menumpas kelompok tersebut sebelum memasuki kota madinah dengan bantuan Ali bin Abi Thalib sebagai panglima perang beserta thalhah bin ubaidilah dan Abdullah bin ma’sud. Tidak hanya itu abu bakar ash-shiddiq juga menghadapi orang orang yang megaku bahwa mereka adalah nabi baru yaitu Musailamah al_kadzdzab, Thulaihah bin Khuwalid al-aswad dan mereka ingin menghancurkan madinah. Tetapi nabi palsu itu gagal untuk menyerang madinah karena khalid bin walid , ikrimah, muhajirin bin umaiyah berserta pasukannya dapat meruntuhkan kaum nabi nabi palsu tersebut.
Abu Bakar ash-Shddiq juga memerangi kaum yang tidak membayar Zakat sebab orang orang tersebut beranggapan bahwa kewajiban membayar zakat tida ada lagi setelah wafatnya nabi Muhammad s.a.w. maka demikian abu bakar akan memreangi orang orang yang menolak menyerahkan aanak kambing menjadi zakat.
Dengan gugurnya 140 orang penghafal al-Quran dalam pentempuran di yamamah dan sumur marwah, maka umar bin khatab kawatir jika tidak akan ada para penghafal al-Quran lagi. Maka umar bin khatab mengusulkan kepada abu bakar ash-shiddiq untuk mengumpulkan ayat ayat al-Quran. Dalam penulisan ayat yat al-Quran ini abu bakar menyuruh zaid bin tsabit menuliskan ayat ayat al-quran di pelapah kurma, batu, daun-daun,tulang unta, tanah dan juga dari sahabat sahabat yang hafal al-Quran. Setelah ditulis dilembaran lembaran , ayat ayat al-Quran diikat dengan kuat dan disusun sebagaimana telah ditetapkan oleh Rasullulah .
Setelah usainya pemberontakan dan berbagai macam masalah internal, abu bakar ash-shiddiq mellanjutakan misi Rasullulah yaitu untuk menyebarluaskan syiar islam keluar Jazirah arab dan seluruh dunia. Abu bakar ash-shiddiq mengutus orang orang ke percayaan menuju ke Bizantium dan Sassanid sebagai misi penyebarann agama islam.
Pada saat abu bakar ash-shiddiq sedang sakit , beliau memerintahkan Umar bin Khaththab untuk menjadi iman shalat untuk menggantikan beliau. Abu bakar ash-Shiddiq wafat pada tanggal 12 Jumadil-akhir 13 H, bertepatan pada tanggal 12 Agustus 634 pada umur 63 tahun dan telah memimpin selama 2  tahun 3 bulan . Beliau dimakamkan di sisi makam Rasulullah s.a.w. di masjid Nabawi Madinah. Abu bakar ash shiddiq membuat wasiat pemimpin atau khalifah digantikan oleh Umar bin Khaththab  agar tidak terjadi perpecahan kaum.



Read More