Showing posts with label yogyakarta. Show all posts

Friday, December 16, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  No comments
3:49 AM

Inilah bagian akhir dari biografi Didik Nini Thowok  Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia . Pada bagian ini menceritakan tentang kisah beliau memilih tarian cross gender.

cross gender, penari, maestro tari, keliling dunia, sukses, yogyakarta, temanggung
Didik sebagai Penari Cross Gender

•    Tarian Cross Gender
Didik Nini Thowok, maestro tari yang dikenal dengan tarian cross gender. Tarian ini dipilihnya karena saat belajar tari di Temanggung, sang guru mengatakan jika Didik menari sebagai laki-laki terlihat kurang maskulin. Jadi akhirnya beliau memilih untuk menari sebagai seorang perempuan. Awalnya pasti ada perasaan malu, tetapi lama-kelamaan merasa nyaman. Maestro tari ini pun merasakan kalau menari sebagai laki-laki rasanya kurang pas. Sedangkan untuk menjadi penari harus berkespresi dan menjiwai, jika penari sendiri merasa kurang pas, maka pembawaanya tidak bagus. 

cross gender, penari, maestro tari, keliling dunia, sukses, yogyakarta, temanggung
Aksi menari Didik Nini Thowok

Sering menjadi bahan ledekan teman-temannya pun sudah sering maestro tari ini rasakan. Namun, beliau bukanlah orang yang suka berkelahi. Jadi, maestro tari ini sering memilih untuk memendamnya walaupun dalam hati sering merasa kesal. Introvert dan pemalu adalah diri Didik yang sebenarnya. Namun, karena sering menari membuatnya merasa percaya diri. Ketika sudah berada diatas panggung, maestro tari ini merasa seperti rajanya panggung. Inilah cara beliau untuk meyemangati diri saat down dan membentuk dirinya untuk berani. 
"Yogyakarta itu kawah candradimuka, tempat untuk menggembleng seseorang. Pusatnya orang-orang pintar, saya belajar banyak ilmu dijogja”

Empat puluh tahun sudah beliau berkarya di kota gudeg Yogyakarta. "Yogyakarta itu kawah candradimuka, tempat untuk menggembleng seseorang. Pusatnya orang-orang pintar, saya belajar banyak ilmu dijogja”, begitu tanggapan maestro tari ini mengenai Yogyakarta. 

Sudah lebih dari seribu kali beliau menari diatas panggung. Dalam seminggu bisa menari lebih dari sekali. Pengalaman ini membuatnya menguasai banyak tarian yang ada di Indonesia. baginya semua tarian mempunyai keindahan masing, sehingga sulit rasanya untuk memilih tarian mana yang paling bagus di Indonesia. Beberapa tahun lalu beliau sempat berniat untuk membuat asosiasi penari di Indonesia. Beberapa seniman telah diajaknya untuk membentuk asosiasi ini, tetapi belum dibentuk saja sudah banyak yang pesimis. Akhirnya niat itu pun diurungkannya. 

Mimpi maestro tari ini memiliki sebuah tempat yang dapat memajang semua koleksinya di Temanggung kota kelahirannya. Jadi, Temanggung lebih ramai dengan dunia seni dan dapat didatangi banyak orang. Dan akhirnya bisa mempunyai event-event didunia Internasional. Semoga tercapai mimpinya kelak Maestro Tari kita. Aamiin...

Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah sebelumnya :  
 

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺




Read More

Thursday, December 15, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-3 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  No comments
9:14 PM

Kecintaanya terhadap dunia tari sebesar kecintaanya terhadap negerinya Indonesia tercinta. Begitu banyak harapan yang diinginkan untuk membangun bumi pertiwi ini. Berikut lanjutan biografi Maestro Tari Didik Nini Thowok yang dibagi menjadi dua bagian, harapan untuk Indonesia dan kisah dibalik tarian cross gender yang dibawakannya :

penari,  maestro tari, yogyakarta, Indonesia, cross gender, tradisional
Stage Make-up by Didik
  • Harapan untuk Indonesia
Indonesia yang terdiri dari berbagai tari tradisional ini seharusnya dapat dijadikan potensi ekonomi kreatif dan dapat menarik banyak devisa. Seharusnya pemerintah mendukung sepenuhnya para seniman agar dapat terus berkarya dan membangun negeri tercinta ini. Dari segi pertunjukan seni tari, di Indonesia hanya ada dua yang rutin dilaksanakan, yaitu di Bali dan di Taman Safari. Bagi maestro tari ini, dukungan dari pihak swasta dan pemerintah sangat diperlukan. Maestro tari ini berharap pemerintah dapat memfasilitasi dan meringankan pajak. Sebagai salah seorang seniman, beliau sering mendapatkan keluhan dari para seniman lain karena tingginya pajak. Maestro tari ini berharap disetiap kota besar yang sarat akan pariwisata diadakan pertunjukan kesenian yang ditata secara profesional dan dapat diadakan setiap hari. Tentunya ini dapat membuka lapangan pekerjaan dan negara mendapatkan devisa yang banyak.
 “belajar seni itu mengolah rasa”
Selain untuk kepeduliannya terhadap seniman dan pertunjukan seni, maestro tari ini juga peduli dengan generasi muda bangsa ini. Menurutnya, pemuda luar negeri yang lebih tertarik dengan seni tradisional Indonesia dibanding pemuda Indonesia ini sangat rumit. Kurikulum disekolah sebaiknya memasukkan muatan kesenian dalam mata pelajaran yang diajarkan. Menurut pengalaman maestro tari ini, “belajar seni itu mengolah rasa”. Pemuda sekarang kurang menyukai seni tradisional Indonesia karena tidak diperkenalkan sejak dini. Para pemuda sekarang seharusnya bukan hanya sekedar menghargai, tetapi menjadi bagian dari seni tradisional itu sendiri. Di negara kita ini sudah dikenal bahwa profesi di di dunia seni tradisional tidak menjamin kehidupan ekonomi seseorang. Padahal walaupun memiliki gelar seni tari misalnya, tidak harus menjadi penari tradisional nantinya. Seperti yang dilakukan mestro tari ini, sebagai lulusan seni tari beliau bisa berprofesi menjadi pengajar, memberikan talkshow, membuka pabrik untuk penyewaan dan penjualan kostum, hingga menjadi penata rias. Jadi para pemuda tidak perlu takut untuk menjadi bagian dari seni tradisional untuk negeri tercinta ini.

penari,  maestro tari, yogyakarta, Indonesia, cross gender, tradisional
Didik dalam Sarah Sechan
Peran media pun tidak kalah penting untuk mengenalkan seni tari tradisional pada generasi bangsa ini. Banyak stasiun televisi belum memberikan porsi untuk seni tradisional.Sekarang stasiun televisi lebih banyak menayangkan talkshow yang sering tidak mempunya kelas, tetapi itu yang mempunya rating tinggi. Sungguh ironis rasanya. Beliau berharap media televisi lebih berperan lagi layaknya media cetak seperti saat ini.




Bersambung...

Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah sebelumnya :  
 
Kisah selanjutnya : Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺

Read More

Tuesday, December 13, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-2 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  No comments
9:00 PM

Keahliannya dalam dunia tari tidak membuatnya sombong dan lantas tidak mau membagi ilmunya. Ternyata maestro tari ini telah membagi ilmunya sejak masih duduk dibangku kuliah. Maestro tari ini bekerja sambilan sebagai guru private dengan mengajar beberapa murid didaerah Yogyakarta. Setiap hari setelah pulang kuliah pukul dua siang, maestro tari ini langsung melanjutkan dengan memberikan les tari hingga malam hari. Rutinitas ini membuatnya sering merasa kelelahan, akhirnya maestro tari ini memutuskan untuk membuka sanggar di akhir tahun 1980an. Sanggar ini yang kita kenal sekarang dengan nama Sanggar Tari Natya Lasita.

didik nini thowok, penari, maestro tari, tradisional, sukses, internasional, asti, isi, yogyakarta
Didik Mengajarkan Tari Tradisional
sumber : https://goo.gl/M2aVAS
Pada sanggar milik maestro tari ini, sekitar 13000 murid telah terdaftar. Jumlah murid yang sangat banyak dan patut diperhitungkan. Target dari sanggar ini adalah anak-anak kecil. Karena orang tua yang menyadari pentingnya pendidikan tradisional pasti akan mengirim anaknya untuk belajar  tari dan bahkan sebagian mengharuskan. Peran orang tua inilah yang dapat menarik minat para muridnya pada seni tradisional di zaman sekarang ini.

Sebelum krisis moneter, ternyata maestro tari ini memiliki 24 cabang yang tersebar diwilayah Jawa Tengah, Jakarta, dan Jawa Timur. Namun setelah krisis, cabang yang ada tinggal di Yogyakarta dan Semarang saja. kebetulan yang si Semarang beliau bekerja sama dengan  dr.Chris yang memiliki rasa pengabdian pada seni. Karena biaya les tari yang seidkit, cara mestro tari ini untuk survive di bisnis tari ini dengan subsidi silang dari show, penyewaan, dan penjualan kostum. Sulit rasanya untuk mengharapkan dari pemerintah.

“Kualitas itu proses”
Animo masyarakat yang ingin belajar tari pun sudah berbeda. Dulu yang membuka sanggar masih sedikit, pemint membludak, sehingga sanggar maestro tari ini menjadi prioritas. Sekarang sudah banyak saingan sehingga banyak pilihan tempat untuk belajar tari. Cara mengajar pada sanggar ini yang mungkin membuatnya berbeda dibanding yang lain. Semua murid dapat belajar dari nol. “Kualitas itu proses”, begitu tutur maestro tari ini. Baginya walaupun kualitas itu penting, kewajibannya itu untuk mewadahi anak-anak yang belum bisa atau tidak menyukai tari menjadi bisa menari. Murid-murid pada sanggarnya ini dibagi menjadi kelas pemula, lanutan, dan profesional. Karena menarik minat itu susah, maka kelas pemula akan diajarkan pelan-pelan dan tidak boleh ditegur keras.

Sama halnya dengan di Indonesia, peminat seni tari tradisional diluar negeri pun sering mengalami pasang surut. Namun yang membuat masyarakat luar berbeda adalah sekali mereka menyukai tari, maka mereka akan solid, serius, tekun, dan didukung oleh kedaan ekonomi mereka yang lebih memungkinkan. Setidaknya setelah maestro tari ini mengadakan show, ada saja penonton yang tertarik dan akhirnya datang ke Indonesia untuk belajar menari.

didik nini thowok, penari, maestro tari, tradisional, sukses, internasional, asti, isi, yogyakarta
ASTI (sekarang ISI)
sumber : https://goo.gl/ZL0OtF
Maestro tari yang sering mengadakan show hingga mancanegara ini, ternyata sempat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia bekerja sebagai seorang dosen di ASTI (sekarang ISI) yang merupakan kampus tempatnya menimba ilmu seni tari dulu. Namun, ia memutuskan untuk berhenti dan meneruskan bisnis sanggarnya saja. Hal ini dipilih maestro tari ini karena sering mendapatkan job yang memiliki jadwal yang bersamaan dengan ujian yang sedang dilaksanakan di ASTI. Sering meninggalkan kewajibannya sebagai seorang tenaga pendidik, membuat maestro tari ini tidak nyaman dan merasa seperti sebuah beban. 

Bersambung...


Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah selanjutnya :
Biografi Didik Nini Thowok-3 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺

Read More

Friday, December 9, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-1 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  2 comments
8:04 PM

Didik Nini Thowok dikenal sebagai maestro tari di Indonesia yang telah melebarkan sayap hingga ke dunia Internasioanl. Luwes, gemulai, lincah memainkan lekuk tubuh, dan sejiwa dengan ekspresi wajah. Seni pertunjukan dikemasnya dengan ringan, bahkan sering menggugah gelak tawa para penonton. Beliau mampu mempertahankan seni kontemporer yang tak lekang oleh waktu.

maestro tari, ISI, nini thowong, didik hadipriyatna, asti, yogyakarta, temanggung, tradisional
Didik Nini Thowok

Sejak kecil seni tari telah melekat pada jiwa sang maestro tari di Indonesia ini. Pada usia 12 tahun, kemampuan seni tarinya mulai diasah. Walaupun pada saat itu jumlah penari pria terbialng minoritas. Karakter yang dimilikinya sekarang dibentuk oleh sang nenek. Maestro tari ini diajari sang nenek ketrampilan perempuan seperti menjahit, menisik, menyulam, dan merenda. Maestro tari di Indonesia ini terlahir di Temanggung,13 November 1954 sebagai anak laki-laki satu-satunya. Hal ini membuat maestro tari di Indonesia ini kerap bersentuhan dengan peralatan dan permainan perempuan. Maestro tari di Indonesia ini kerap ditinggalkan orang tua yang pergi bekerja sejak pagi buta hingga larut malam. Ayahnya bekerja sebagai penjual kulit kambing dan sapi, sedangkan ibunya membuka kios dipasar. Namun orang tuanya selalu mendukung sepenuhnya atas bakat tari yang dimiliki sang anak.

asti, didik hadipriyatna, ISI, maestro tari, nini thowong, temanggung, tradisional, yogyakarta
Pementasan Didik Nini Thowok


Ketekunan, disiplin, dan kerja keras selalu memotivasi  maestro tari di Indonesia ini dalam menjalani hidup. Setelah lulus SMA pada tahun 1972, sang maestro tari ini tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah karena terhalang biaya. Sempat menjadi tenaga honorer di Kantor Pembinaan Kebudayaan Kabupaten Temanggung, upah dari sinilah maestro tari di Indonesia ini menabung agar bisa berkuliah.

asti, didik hadipriyatna, ISI, maestro tari, nini thowong, temanggung, tradisional, yogyakarta
Wajah Asli Didik Nini Thowok

Pada tahun 1974, akhirnya dia berhasil tercatat sebagai mahasiswa Seni Tari ASTI Yogyakarta (sekarang ISI).  Disini beliau dikenal sebagai orang yang bukan hanya mengahragi seni, tetapi senimannya juga. Pada tahun 1980 maestro tari di Indonesia ini memprakarsai lembaga pendidikan tari Sanggar Natya Lakshita. Sabar, percaya, dan setia menjadi prinsipi maestro tari di Indonesia ini dalam berteman dan berkarya. Pada November tahun 2016 ini, sang maestro tari ini genap berusia 62 tahun. Dedikasinya terhadap dunia tari di Indonesia telah menginsporasi generasi muda dalam menghargai dan mencintai budaya Indonesia.


Hal itu kalo ditanamkan dari awal, walaupun tidak menjadi penari, memorinya sudah tertanamkan, apresiasinya terhadap seni pun pasti berbeda
Apresiasi yang diberikan maestro tari ini didapatkan karena dunia seni teah tertanam dalam memorinya sejak kecil. Sang kakek sering mengajaknya menonton pertunjukan wayang kulit dan karawitan. Awalnya belum merasakan apa-apa tentang dunia seni. “Hal itu kalo ditanamkan dari awal, walaupun tidak menjadi penari, memorinya sudah tertanamkan, apresiasinya terhadap seni pun pasti berbeda”, ungkap maestro tari ini. Menurutnya selain pendidikan peran orang tua penting untuk membentuk anaknya agar mencintai tradisi di Indonesia.


 Tarian Didik Nini Thowok

Sang maestro tari ini memiliki nama asli Didik Hadiprayitno  kemudian dikenal sebagai Didik Nini Thowok. Nama ini berasal dari permain anak-anak Nini Thowong berupa boneka perempuan yang dibuat cantik layaknya bidadari. Permainan ni dianggap sebagai simbo Dewi Sri, dewi kesuburuan. Sehingga saat roh Dewi Sri masuk kedalam bonekanya, boneka ini dapat bergerak-gerak dan melompat-lompat, kemudian diiringi lagu, salah satunya  Lir-ilir. Pada tahun 1973, salah satu seniornya membuat koreografi dengan permainan Nini Thowong memakai gending Kinarto Sapdo (alm).  Tetapi dalam lagunya disebutkan sebagai Nini Thowok bukan Nini Thowong. Berdasarkan gending itulah maestro tari ini memakai nama tersebut hingga sekarang. Arti Nini sendiri adalah perempuan. Sedangkan Thowong berasal dari dua kata, Tho  dan Wong. Tho itu dari éthok-éthok  artinya menyerupai dan wong artinya orang. Jadi Nini Thowong adalah perempuan yang menyerupai manusia.

Bersambung...


Referensi :
Didik Nini Thowok  : https://id.wikipedia.org/wiki/Didik_Nini_Thowok
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah selanjutnya :
Biografi Didik Nini Thowok-2 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-3 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺

Read More

Saturday, November 26, 2016

INILAH SOSOK DIBALIK RAMINTEN (2)

  1 comment
9:03 PM

     Hai hai haiiiii, sebenarnya kisah ini adalah kelaanjutan dari kisah minggu lalu, yaitu INILAH SOSOK DIBALIK RAMINTEN (1). Supaya lebih menarik dan menginspirasi kalian semua, baca dulu ya kisah sebelumnya. Hehehe...

     Nah lanjut nih ya...

    Perjuangan sosok dibalik Raminten ini tak pernah kenal lelah. Ia selalu bertekad bahwa "hidup tidak menghadiahkan sesuatu apapun kepada kita tanpa kerja keras", sehingga dengan ketelatenan yang ia miliki, banyak pengunjung yang mulai berdatangan dan melirik barang-barang yang dijual di tokonya. Hingga akhirnya tahun 2011, ia berhasil mendirikan toko oleh-oleh dengan harga terjangkau yang bertempat di Mirota Batik juga.

      Buat yang penasaran nih, inilah dia wajud asli sosok dibalik Raminten...
sosok dibalik raminten
Sosok dibalik Raminten
Sumber : goo.gl/PeU6yq

"Hidup tidak menghadiahkan sesuatu apapun kepada kita tanpa kerja keras" - Sosok dibalik Raminten

     Namun, seiring dengan kemajuan usaha yang ia miliki, cobaan terbesar telah meluluhlantahkan usaha yang pernah dilakukan oleh sosok dibalik Raminten ini. Pada 2 Mei 2004, MirotaBatik terjadi kebakaran tanpa diketahui penyebabnya. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin peribahasa itu memang pantas disematkan kepada Hamzah. Karena dirinya malah dituduh dengan sengaja membakar tokonya sendiri karena ingin menerima asuransi agar mendapat ganti rugi.

sosok dibalik raminten
Sosok dibalik Raminten
Sumber : goo.gl/5iqQPr
     Dengan adanya musibah tersebut, dia harus memulai membangun usahanya dari awal lagi. Sosok dibalik Raminten ini juga selalu mendapat banyak dukungan dari karyawannya. Dengan sisa tabungan yang ia miliki, Hamzah dapat membangun Mirota kembali dengan 4 lantai dalam waktu satu tahun. Setelah berhasilnya Mirota Batik (kini HamzahBatik), ia memutuskan untuk mundur dan kekuasaannya diserahkan kepada keryawan kepercayaannya.

     Setelah kemundurannya dari bisnis itu, sosok Hamzah merasa kesepian di rumahnya yang besar itu. Akhirnya ia membangun warung kecil di rumahnya itu. Sosok dibalik Raminten ini mengambil nama lakonnya itu dalam penamaan warungnya. “House of Raminten” yang awalnya hanya berupa pendopo yang digunakan untuk latihan menari, kemudian ia menjual mi dan laku. Sehingga berkembanglah usaha warung House of Raminten itu.

"Betapa merananya bila sepanjang hidup harus terus bekerja" - Hamzah 

kegiatan sosok dibalik raminten
Kegiatan terkini sosok dibalik Raminten
Sumber : goo.gl/wuFE2z

     House of Raminten yang ia miliki juga diserahkan pengelolaannya kepada anak angkatnya. Semakin bertambahnya usia, sosok dibalik Raminten ini mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan seperti berolahraga. “Betapa merananya bila sepanjang hidup harus terus bekerja”, ucapnya. Dalam waktu ini, kegiatan sosok dibalik Raminten hanya untuk ketoprak, setiap hari Selasa beliau melatih tari kuno, setiap Jumat melatih nembang atau memberi kursus kepada ibu-ibu tanpa dipungut bayaran. Saat ini, Hamzah hanya tinggal menikmati bisnisnya.



     Penasaran dengan kisah menarik lainnya? Klik disini ya


Artikel Terkait :
- Gesang - Sang Maestro Bengawan Solo

Read More

Sunday, November 20, 2016

INILAH SOSOK DIBALIK RAMINTEN (1)

  4 comments
8:30 PM

       Raminten? Buat kalian yang pernah ke Yogyakarta pastinya tidak asing dong dengan kata itu? Siapakah sosok dibalik Raminten? Kita bahas bagaimana perjalanan lika-liku yang dilaluinya.

       Sosok dibalik Raminten ini adalah Hamzah Sulaeman yang lahir pada 7 Januari 1950 di Yogyakarta. Kita bahas singkat tentang Raminten. Kenapa harus Raminten? Raminten adalah lakon yang pernah ia bawakan dalam acara ketoprak komedi yang berjudul “Pengkolan” yang tayang di TVRI. Sosok Raminten ini adalah wanita tua Jawa yang bahenol, suka melantunkan tembang sinden dan suka menari.

        Ingin tahu wujudnya? Lihat di bawah ini.

sosok dibalik raminten
Raminten
Sumber : goo.gl/Zluqjg

        Eiiits, balik lagi ke sosok Hamzah....

       Pria 66 taun ini merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Lahir dari pasangan Hendro Sutikno (Tan Kiem Tik) dan Tini Yuniati (Nyoo Tien Nie), keduanya merupakan pendiri Grup Mirota. Pada umur 6 tahun sosok Hamzah kecil ini berkecimpung dalam dunia tari. Dunia tari merupakan bakat yang ia miliki dan sukai. Raminten kecil ini juga pernah berpentas meski hanya menjadi seekor kera dalam pentas Ramayana, dan itupun membuat kedua orang tuanya bangga terhadapnya.

       Sosok dibalik Raminten ini juga pernah mengenyam bangku perkuliahan di Universitas Gajah Mada (UGM) di Jurusan Biologi, namun ia tak menyelesaikannya dengan baik dan memilih untuk berhenti. Selanjutnya ia berkuliah di IKIP di Jurusan Bahasa Inggris tingkat D2, dengan alasan adanya pendaftaran kerja di kapal. Selain itu, sosok dibalik Raminten ini juga sempat bekerja di Amerika.

       Namun pada tahun 1974, sosok dibalik Raminten keturunan Tionghoa ini memutuskan untuk kembali di Indonesia. Saat Hamzah berusia 25 tahun, Ayahnya meninggal dunia.  Dengan itu, ia harus meneruskan usaha keluarga bersama dengan keempat saudaranya. Usaha yang dimilikinya adalah toko kelontong dan toko roti yang bernama toko Minuman dan Roti Tawar sehinggan disingkat menjadi ‘Mirota’. Nah, karena sosok dibalik Raminten ini sangat berjiwa seni, maka ia membuka toko batik dengan nama warisan “Mirota Batik” sekitar tahun 1978-an.

"We'll Get Nothing without Hardwork" - Raminten


        Quote di atas menggambarkan bagaimana sosok dibalik Raminten ini berjuang, ia tak kan kenal putus asa dalam hidupnya walau telah jatuh berkali-kali. Sosok dibalik Raminten ini juga pernah memiliki grup tari The Glass & Dolls, namun gagal dan merugi. Selain itu, ia juga pernah memiliki usaha katering yang dikelola oleh "budhe" (dalam bahasa indonesia : tante), namun lagi-lagi mengalami kegagalan. Karena kegagalan yang diterimanya, Hamzah memfokuskan dirinya untuk mengembangkan Mirota Batik walaupun keadaan saat itu masih sangat sepi.

       Ingin tahu wujud asli sosok dibalik Raminten? Ingin tahu kisah perjuangan selanjutnya? Baca kisah selanjutnya disini

Artikel Terkait : 
- Gesang - Sang Maestro Bengawan Solo

Read More