Showing posts with label temanggung. Show all posts

Friday, December 16, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  No comments
3:49 AM

Inilah bagian akhir dari biografi Didik Nini Thowok  Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia . Pada bagian ini menceritakan tentang kisah beliau memilih tarian cross gender.

cross gender, penari, maestro tari, keliling dunia, sukses, yogyakarta, temanggung
Didik sebagai Penari Cross Gender

•    Tarian Cross Gender
Didik Nini Thowok, maestro tari yang dikenal dengan tarian cross gender. Tarian ini dipilihnya karena saat belajar tari di Temanggung, sang guru mengatakan jika Didik menari sebagai laki-laki terlihat kurang maskulin. Jadi akhirnya beliau memilih untuk menari sebagai seorang perempuan. Awalnya pasti ada perasaan malu, tetapi lama-kelamaan merasa nyaman. Maestro tari ini pun merasakan kalau menari sebagai laki-laki rasanya kurang pas. Sedangkan untuk menjadi penari harus berkespresi dan menjiwai, jika penari sendiri merasa kurang pas, maka pembawaanya tidak bagus. 

cross gender, penari, maestro tari, keliling dunia, sukses, yogyakarta, temanggung
Aksi menari Didik Nini Thowok

Sering menjadi bahan ledekan teman-temannya pun sudah sering maestro tari ini rasakan. Namun, beliau bukanlah orang yang suka berkelahi. Jadi, maestro tari ini sering memilih untuk memendamnya walaupun dalam hati sering merasa kesal. Introvert dan pemalu adalah diri Didik yang sebenarnya. Namun, karena sering menari membuatnya merasa percaya diri. Ketika sudah berada diatas panggung, maestro tari ini merasa seperti rajanya panggung. Inilah cara beliau untuk meyemangati diri saat down dan membentuk dirinya untuk berani. 
"Yogyakarta itu kawah candradimuka, tempat untuk menggembleng seseorang. Pusatnya orang-orang pintar, saya belajar banyak ilmu dijogja”

Empat puluh tahun sudah beliau berkarya di kota gudeg Yogyakarta. "Yogyakarta itu kawah candradimuka, tempat untuk menggembleng seseorang. Pusatnya orang-orang pintar, saya belajar banyak ilmu dijogja”, begitu tanggapan maestro tari ini mengenai Yogyakarta. 

Sudah lebih dari seribu kali beliau menari diatas panggung. Dalam seminggu bisa menari lebih dari sekali. Pengalaman ini membuatnya menguasai banyak tarian yang ada di Indonesia. baginya semua tarian mempunyai keindahan masing, sehingga sulit rasanya untuk memilih tarian mana yang paling bagus di Indonesia. Beberapa tahun lalu beliau sempat berniat untuk membuat asosiasi penari di Indonesia. Beberapa seniman telah diajaknya untuk membentuk asosiasi ini, tetapi belum dibentuk saja sudah banyak yang pesimis. Akhirnya niat itu pun diurungkannya. 

Mimpi maestro tari ini memiliki sebuah tempat yang dapat memajang semua koleksinya di Temanggung kota kelahirannya. Jadi, Temanggung lebih ramai dengan dunia seni dan dapat didatangi banyak orang. Dan akhirnya bisa mempunyai event-event didunia Internasional. Semoga tercapai mimpinya kelak Maestro Tari kita. Aamiin...

Referensi :
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok  : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah sebelumnya :  
 

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺




Read More

Friday, December 9, 2016

Biografi Didik Nini Thowok-1 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

  2 comments
8:04 PM

Didik Nini Thowok dikenal sebagai maestro tari di Indonesia yang telah melebarkan sayap hingga ke dunia Internasioanl. Luwes, gemulai, lincah memainkan lekuk tubuh, dan sejiwa dengan ekspresi wajah. Seni pertunjukan dikemasnya dengan ringan, bahkan sering menggugah gelak tawa para penonton. Beliau mampu mempertahankan seni kontemporer yang tak lekang oleh waktu.

maestro tari, ISI, nini thowong, didik hadipriyatna, asti, yogyakarta, temanggung, tradisional
Didik Nini Thowok

Sejak kecil seni tari telah melekat pada jiwa sang maestro tari di Indonesia ini. Pada usia 12 tahun, kemampuan seni tarinya mulai diasah. Walaupun pada saat itu jumlah penari pria terbialng minoritas. Karakter yang dimilikinya sekarang dibentuk oleh sang nenek. Maestro tari ini diajari sang nenek ketrampilan perempuan seperti menjahit, menisik, menyulam, dan merenda. Maestro tari di Indonesia ini terlahir di Temanggung,13 November 1954 sebagai anak laki-laki satu-satunya. Hal ini membuat maestro tari di Indonesia ini kerap bersentuhan dengan peralatan dan permainan perempuan. Maestro tari di Indonesia ini kerap ditinggalkan orang tua yang pergi bekerja sejak pagi buta hingga larut malam. Ayahnya bekerja sebagai penjual kulit kambing dan sapi, sedangkan ibunya membuka kios dipasar. Namun orang tuanya selalu mendukung sepenuhnya atas bakat tari yang dimiliki sang anak.

asti, didik hadipriyatna, ISI, maestro tari, nini thowong, temanggung, tradisional, yogyakarta
Pementasan Didik Nini Thowok


Ketekunan, disiplin, dan kerja keras selalu memotivasi  maestro tari di Indonesia ini dalam menjalani hidup. Setelah lulus SMA pada tahun 1972, sang maestro tari ini tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah karena terhalang biaya. Sempat menjadi tenaga honorer di Kantor Pembinaan Kebudayaan Kabupaten Temanggung, upah dari sinilah maestro tari di Indonesia ini menabung agar bisa berkuliah.

asti, didik hadipriyatna, ISI, maestro tari, nini thowong, temanggung, tradisional, yogyakarta
Wajah Asli Didik Nini Thowok

Pada tahun 1974, akhirnya dia berhasil tercatat sebagai mahasiswa Seni Tari ASTI Yogyakarta (sekarang ISI).  Disini beliau dikenal sebagai orang yang bukan hanya mengahragi seni, tetapi senimannya juga. Pada tahun 1980 maestro tari di Indonesia ini memprakarsai lembaga pendidikan tari Sanggar Natya Lakshita. Sabar, percaya, dan setia menjadi prinsipi maestro tari di Indonesia ini dalam berteman dan berkarya. Pada November tahun 2016 ini, sang maestro tari ini genap berusia 62 tahun. Dedikasinya terhadap dunia tari di Indonesia telah menginsporasi generasi muda dalam menghargai dan mencintai budaya Indonesia.


Hal itu kalo ditanamkan dari awal, walaupun tidak menjadi penari, memorinya sudah tertanamkan, apresiasinya terhadap seni pun pasti berbeda
Apresiasi yang diberikan maestro tari ini didapatkan karena dunia seni teah tertanam dalam memorinya sejak kecil. Sang kakek sering mengajaknya menonton pertunjukan wayang kulit dan karawitan. Awalnya belum merasakan apa-apa tentang dunia seni. “Hal itu kalo ditanamkan dari awal, walaupun tidak menjadi penari, memorinya sudah tertanamkan, apresiasinya terhadap seni pun pasti berbeda”, ungkap maestro tari ini. Menurutnya selain pendidikan peran orang tua penting untuk membentuk anaknya agar mencintai tradisi di Indonesia.


 Tarian Didik Nini Thowok

Sang maestro tari ini memiliki nama asli Didik Hadiprayitno  kemudian dikenal sebagai Didik Nini Thowok. Nama ini berasal dari permain anak-anak Nini Thowong berupa boneka perempuan yang dibuat cantik layaknya bidadari. Permainan ni dianggap sebagai simbo Dewi Sri, dewi kesuburuan. Sehingga saat roh Dewi Sri masuk kedalam bonekanya, boneka ini dapat bergerak-gerak dan melompat-lompat, kemudian diiringi lagu, salah satunya  Lir-ilir. Pada tahun 1973, salah satu seniornya membuat koreografi dengan permainan Nini Thowong memakai gending Kinarto Sapdo (alm).  Tetapi dalam lagunya disebutkan sebagai Nini Thowok bukan Nini Thowong. Berdasarkan gending itulah maestro tari ini memakai nama tersebut hingga sekarang. Arti Nini sendiri adalah perempuan. Sedangkan Thowong berasal dari dua kata, Tho  dan Wong. Tho itu dari éthok-éthok  artinya menyerupai dan wong artinya orang. Jadi Nini Thowong adalah perempuan yang menyerupai manusia.

Bersambung...


Referensi :
Didik Nini Thowok  : https://id.wikipedia.org/wiki/Didik_Nini_Thowok
Satu Indonesia - Didik Nini Thowok : https://www.youtube.com/watch?v=yOejvaXL-Zg

Kisah selanjutnya :
Biografi Didik Nini Thowok-2 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-3 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia
Biografi Didik Nini Thowok-4 : Maestro Tari yang Sukses Berkeliling Dunia

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca:) silahkan beri kritik atau saran melalui kolom komentar dibawah. Jangan lupa dishare!☺

Read More