Showing posts with label Startup. Show all posts

Monday, December 19, 2016

Kehidupan Achmad Zaky, CEO Bukalapak yang Fenomenal

  No comments
2:48 AM

            Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang Perusahaan Startup yang sudah dibahas sebelumnya yaitu Bukalapak.com yang menceritakan sebuah pengalaman Achmad Zaky mendirikan Perusahaan Startup tersebut, bagaimana ia sukses mendirikan perusahaan tersebut, dan pada kali ini saya ingin membahas sebuah artikel tentang keluarga dan pengalaman hidup dari Achmad Zaky sendiri, yang akan diceritakan pada artikel berikut ini.



Diajeng Lestari Sang penakluk hadti Achmad Zaky CEO Bukalapak.com

            Pastinya bilamana orang hebat tidaklah berjuang sendirian, seperti Achmad Zaky ia tidaklah membuat Perusahaan Startup itu tidaklah sendirian melinkan dibantu oleh rekan dan kawan serta pekerjanya, tetapi seperti pepatah “"Dibalik Kesuksesan seorang Pria, pasti ada wanita hebat dibelakangnya" ia ialah pepatah yang sering didengar, tentu sama dengan Achmad Zaky dia selalu di Support oleh sang istri yang dinikahinya pada tanggal 17 Oktober 2010, wanita yang cerdas dan cantik yang bernama Diajeng Lestari.

            Dalam membangun rumah tangga, Achmad Zaky yang sangat visioner ini juga menularkan visinya akan dunia online ke istrinya yang saat itu masih menjadi karyawan, sang istri yang memang sudah jenuh dengan kesehariannya sebagai karyawanpun akhirnya memutuskan resign dari pekerjaannya. Diajeng Lestari istri dari Achmad Zaky akhirnya mendirikan sebuah web khusus tentang muslimah dan hijab yang diberi nama hijup.com di tahun 2011. Untuk lebih jauh tentang Diajeng Lestari dan Hijup.com akan dibahas di artikel selanjutnya. Achmad Zaky sangat mendukung bisnis baru istrinya ini.



            Dari pernikahannya ini Achmad Zaky dan Diajeng Lestari dikaruniai seorang putrid cantik yang bernama Laiqa Anzani. Nama anaknya ini “LAIQA” dijadikan sebagai nama Majalah Live Style tantang Hijab yang sangat terkenal dikalangan Muslimah.

Pelajaran dari Kisah Sukses Achmad Zaky pendiri Bukalapak.com

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari kisah sukses Achmad Zaky pendiri Bukalapak.com, antara lain:
1.      Jangan minder dan ragu, putra-putri Indonesia juga mampu membuat bisnis startup digital yang sukses.
2.      Buat bisnis yang membantu menyelesaikan permasalahan orang banyak. Tahukah Anda apa permasalahan kebanyakan bisnis UMKM? Mereka memiliki produk atau layanan yang bagus, tetapi kurang dalam pemasaran. Yang dibutuhkan adalah bantuan untuk memasarkan produknya.
3.      Pelajaran berikutnya dari Achmad Zaky adalah berani memulai.
4.      Bekerja sesuai dengan minat atau passion. Jadi kerjakan apa yang Anda senangi (do what you love) dan senangilah apa yang Anda kerjakan (love what you do).

Biodata dan Profil Achmad Zaky

Nama                     Achmad Zaky Syaifudin
Lahir                      Sragen-Jawa Tengah, 24 Agustus 1986
Pendidikan            Teknik Informatika ITB lulus tahun 2009
Karier                    Pendiri dan CEO Bukalapak.Com mulai 2010-sekarang
Pasangan/Istri        Diajeng Lestari (pendiri Hijup.com) - Menikah 17 Oktober 2010
Anak                      Laiqa Anzani

Achmad Zaky dianggap telah berhasil menjadikan Bukalapak.com sebagai situs e-commerce , sebagai bisnis startup dan sebagai Marketplace yang cukup berhasil. Keberhasilannya ini membuat Achmad Zaky pada tahun 2015 dinobatkan sebagai 10 Technopreneur under 30th yang berpengaruh di Asia. Wah cukup membanggakan ya teman. Tentu istri dan keluarga Achmad Zaky sangat bangga dengan prestasinya.

            Nantikan Artikel lainnya tetap Stay in Website Otobiografi.......



Read More

Achmad Zaky, CEO Bukalapak yang Fenomenal ( Part 2 )

  No comments
2:44 AM

            Setelah Artikel yang sebelumnya mengupas tentang profil Pendiri sekaligus CEO dari Bukalapak.com, kali ini saya akan membahas hal yang sama tentang Bukalapak.com tentang bagaimana Achmad zaky mendapatkan berbagai investor yang masuk dalam perusahaannya, bagaimana giatnya achmad zaky memperoleh investor akan dibahas dalam artikel ini.



Bukalapak.Com Mendapat Funding Dari Investor

            Dalam membangun sebuah perusahaan tidaklah mudah untuk mendapatkan investor yang benar – benar ingin menggelontorkan dananya ke sebuah perusahaan yang baru dirintis, begitu pula yang di alami Achmad Zaky yang susah payah mencari Investor untuk masuk ke perusahannya.

            Tahun demi tahun, pertumbuhan bukalapak yang mengalami perkembangan  hasil yang signifikan. Dalam sehari ada 4 ( Empat ) sampai 5 ( Lima ) Milyar rupiah total transaksi yang terjadi di Bukalapak.com, hal ini membuat Achmad Zaky mulai dilirik investor asing seperti Softbank dan Sequoia Capital , dua investor yang juga menjadi investor Tokopedia, Alibaba, Google, Facebook dan berbagai startup lainnya.

            Achmad Zaky sendiri juga mendapat tawaran pendanaan dari 500 Start up’s, Batavia Incubator, IMJ Investment, dan Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK Group), ada kisah menarik saat Achmad Zaky ditawari sejumlah pendanaan oleh Softbank. Achmad Zaky sempat menolak karena ia mengira Softbank ingin mengakuisisi Bukalapak.com, ternyata Softbank hanyalah ingin membeli 15% saham Bukalapak.com dan pengurusan Bukalapak.com tetaplah menjadi tanggung jawab Achmad Zaky.

            Bahkan akhirnya Achmad Zaky diajak oleh perwakilan Softbank untuk melakukan study banding di Jepang terhadap startup-startup yang ada di sana dimana tingkat pertumbuhannya pesat sekali dan pengelolaannya jauh lebih professional. Dari situ Achmad Zaky terbuka fikirannya untuk lebih mengelola Bukalapak.com secara professional.

            Sampai akhirnya semua berjalan sampai sekarang, dan semua investor ramai – ramai ingin meng- investasikan kepada perusahaan Achmad Zaky itu.

Ekspektasi Pendiri Bukalapak

Setelah berhasil memperoleh kucuran dana investasi dari EMTEK Group sejumlah ratusan miliar rupiah, kedepan CEO sekaligus Pendiri Bukalapak, Achmad Zaky menargetkan pertumbuhan 8 kali lipat pertahun di berbagai aspek, mulai dari penjualan hingga pengguna.


Bukalapak berkeinginan membangun kepercayaan melalui transaksi proses transaksi online yang terpercaya, serta membangun komunitas pasar daring terkuat di Indonesia, melalui UKM yang maju dan berkembang menjadikan Perusahaan Startup Bukalapak.com semakin maju hingga sekarang.

Untuk kelanjutan bagaimana Achmad Zaky berhasil mendirikan sebuah perusahaan Starup tersukses di indonesia tunggu artikel selanjutnnya, See you Tomorrow....

Read More

Achmad Zaky, CEO Bukalapak yang Fenomenal ( Part 1 )

  No comments
2:42 AM

            Suatu perusahaan tidaklah didirikan dengan mudah, perusahaan yang bagus dibangun dengan pondasi dan rancangan yang matang, seperti juga pada perusahaan startup, tidaklah mudah dalam mendirikan perusahaan Startup banyak perusahaan yang gagal karena rancangan yang gagal dan kurangnya pengalam pada dunia startup.

            Bukalapak.com contohnya, perusahaan tersebut mempunyai rancangan yang matang dan menjadi salah satu perusahaan Startup yang sukses pada bidangnya, bukalapak sendiri bertujuan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia dengan menjual produk-produk UKM secara online. Sejak didirikan pada tahun 2010, kini Bukalapak telah menjadi e-commerce besar yang paling berkembang di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan penjualan 20 persen perbulan, dengan jumlah 150 ribu lebih Pelapak (UKM) yang telah bergabung, Bukalapak telah berhasil menjadi marketplace yang mampu mengumpulkan kelompok penjual di Indonesia dan menjadi online marketplace terbesar di Indonesia (menurut ComScore), salah satu perusahaan yang hebat tidaklah dibuat dengan sebentar, begitulah yang dirasakan oleh CEO Bukalapak tersebut yang akan dijelaskan pada artikel kali ini.



Profil Achmad Zaky Pendiri Bukalapak.com

            Bukalapak.com sendiri didirikan oleh Seorang yang bernama Achmad Zaky, yang dimana achmad zaky sendiri lahir tahun 1986 di Sragen, Jawa Tengah. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Informatika, angkatan 2008, sebelumnya pada waktu kecil Zaky sendiri sudah dikenalkan oleh dunia Informatika oleh pamannya dimana beliau sering memberikan buku-buku mengenai komputer pada Achmad Zaky, pada tahun 1997 ia sudah mulai mengenal pemrograman komputer dari berbagai buku yang telah menjadi temannya, kecerdasan Achmad Zaky tak terbantahkan, ia tumbuh menjadi pribadi yang memiliki otak cemerlang, sehingga ide – ide yang dibuatnya menjadikan ia menjadikan pribadi yang pintar, pada waktu kuliah Achmad zaky sendiri pribadi yang banyak menggagas ide gila yang diantaranya adalah ShARE Global Student Think-Tank, Entrepreneur Club ITB yang kemudian dikenal dengan Technoentrepreneur Club (TEC) ITB, ia juga aktif dalam organisasi Amateur Radio Club (ARC) ITB.

            Sebenarnya sebelum masuk ITB, tujuannya kuliah hanya berkeinginan memperoleh pekerjaan bagus dengan gaji besar. Namun seiring berjalannya waktu setelah kuliah ia mengalami perubahan cara berfikir. Dimana di ITB itu sangat entreprenerial, karena lulusannya yang menjadi pengusaha bisa menjadi role model, seperti Aburizal Bakrie dan Arifin Panigoro yang sukses menjadi pengusaha sukses di tanah air. Oleh karena itu setelah lulus di ITB pilihannya hanya ada dua, yaitu kerja di perusahaan besar seperti Mckinsey dan BCG atau membangun perusahaan sendiri.

Akhirnya sejak kuliah ia sudah berkecimpung di dunia StartUp dengan mendirikan Suitmedia, yakni perusahaan jasa konsultan website perusahaan, dan hingga kini usaha ini masih tetap dijalani. Pada 2010, melihat perkembangan Suitmedia tumbuh sangat pesat. Setahun kemudian ia mendirikan Bukalapak. Sejak itulah ia memutuskan untuk fokus membangun Bukalapak menjadi online marketplace terpercaya yang banyak dikenal masyarakat Indonesia.

Ide Mendirikan Bukalapak.com
            Berawal dari garasi, Achmad Zaky bersama Nugroho  yang juga pendiri Bukalapak sendiri yang memiliki pengalaman membuat dan me-marketingkan website di Suitmedia, sadar bahwa para seller dan buyer menginginkan sebuah situs online marketplace yang bisa mempertemukan antara penjual dan pembeli secara aman (tanpa penipuan). Mereka pun akhirnya membuat sebuah situs online marketplace bernamakan Bukalapak.com, dimana bukalapak sendiri memfokuskan kepada UKM untuk dapat sejahtera sehingga dapat memakmurkan semua kalangan.


            Diawal hanya 3 orang yang terlibat di Bukalapak, 1 orang sebagai staf, 1 orang bantu-bantu, dan 1 orang lagi yaitu Achmad Zaky sendiri yang secara masif mengajak orang-orang bergabung di Bukalapak. Ia mengundang orang-orang bergabung saat di sela-sela pekerjaan di Suitmedia, ketika itu melalui fitur message di Facebook ia hanya bisa mengajak 100 orang perhari untuk mengajak orang berjualan di Bukalapak. Tantangan terberatnya dalam mengajak seller bergabung yaitu masalah kepercayaan terhadap e-commerce, karena kebanyakan orang takut tertipu. Jadi diawal ia dan tim fokus menyelesaikan masalah kepercayaan dengan cara mengedukasi seller. Kala itu Bukalapak sering membuat kisah sukses seller dan menyebarkannya ke Twitter guna mengedukasi seller lain agar menjadi seller terpercaya.

            Achmad Zaky sendiri yakin bahwa peluang e-commerce sangat terbuka lebar. Setiap orang dapat bergabung serta menjadi penjual dan pembeli secara gratis. Baginya berjualan di toko fisik membutuhkan investasi besar, seperti biaya sewa toko. Nah, pengeluaran semacam itu dapat dipangkas apabila berjualan melalui internet, kemudian setelah didirikan, Bukalapak mengalami kemajuan pesat dalam kurun waktu 3 tahun sejak didirikan pada 2011, Bukalapak.com telah memiliki 150.000 penjual. Produk yang dijual pun sangat beragam, mulai dari elektronik, makanan hingga produk fashion.



Read More

Biografi singkat Kusumo Martanto, Sang CEO Bli bli.com

  3 comments
2:24 AM

                Suatu perusahaan tidaklah didirikan dengan mudah, perusahaan yang bagus dibangun dengan pondasi dan rancangan yang matang, seperti juga pada perusahaan startup, tidaklah mudah dalam mendirikan perusahaan Startup banyak perusahaan yang gagal karena rancangan yang gagal dan kurangnya pengalam pada dunia startup, dalam hal ini perusahaan sukses juga tidaklah di dirikan oleh orang yang sembarangn, contohnya perusahaan Startup Bli Bli.com yang pada artikel kali ini akan saya ceritakan.


Profil Kusumo Martanto Pendiri Bli Bli.com

            Nama situs belanja online Blibli.com, semakin banyak dikenal dan diperhitungkan beberapa tahun belakangan ini. Hal ini tidak terlepas dari peran Kusumo Martanto yang resmi menjadi Chief Executive Officer (CEO) di PT Global Digital Niaga (GDN), yang merupakan anak usaha PT Global Digital Prima (GDP) Venture dari Grup Djarum sekaligus menjadi Chief Operating officer (COO) di sana, sejak Maret 2010, berbekal pengalaman yang panjang di perusahaan teknologi dan manufaktur, lelaki asal Semarang ini berani masuk ke bidang ecommerce. Selama 17 tahun berkarier di luar negeri dengan menempati berbagai posisi, mulai dari tenaga engineer sampai program manager. Ia sendiri menamatkan gelar Strata 1 (S-1) dan Strata 2 (S-2)-nya di Amerika Serikat.



                Kusumo menghabiskan  waktu dari tahun 1992-1995 untuk menyelesaikan pendidikan Teknik Industri di Iowa State University Amerika Serikat dan dinyatakan lulus dengan meraih gelar Bachelor of Science dengan meraih Highest Distinction and Honor in Industrial Engineering.
            Memegang sertifikat sarjana dari luar negeri membuat Kusumo mendapat banyak tawaran pekerjaan dari perusahaan dalam negeri. Sempat berpikir untuk mencoba peruntungan karier pertamanya di Indonesia. Namun, ternyata takdir membawa Kusumo kembali ke negeri Paman Sam untuk menimba ilmu S-2 setelah mendapatkan beasiswa.

Kusumo mengambil program pascasarjana Master of Science di bidang Teknik Industri di Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika Serikat. Kusumo kembali lulus dengan menyandang prestasi terbaik dan menyabet Certified Supply Chain Professional (SCP) pada 1997.

            Salah satu alasannya untuk kembali ke tanah air setelah 17 tahun berada di Amerika Serikat adalah karena ia ingin mencoba berkarier profesional di negeri kelahirannya. Pengalamanya sebagai manajer di Intel, menjadi pertimbangan PT Djarum merekrut Kusumo sebagai Business Development & Diversification Manager.

            Berkat keteguhannya, karier Kusumo semakin bersinar pasca ditunjuk menjadi CEO di PT. GDN dan COO di PT.GDP Venture pada Maret 2010, yang merupakan anak usaha PT Djarum. Tidak cuma itu, ia juga diminta untuk menjadi Senior Business Development Manager PT Djarum mulai Januari 2011 hingga saat ini. Kinerja yang memuaskan dan membanggakan di PT. Djarum, membuat Kusumo naik level lebih cepat dari yang ia perkirakan.

Saat itu, perusahaan tempatnya berkarier sedang terpikat dengan bisnsi ecommerce, dan akhirnya pun diputuskan untuk membuat Blibli.com. Kusumo langsung ditunjuk menjadi CEO-nya, dan diminta untuk membuat konsep serta bagaimana timnya.

Kusumo memilih membangun sistem kerja baru, yang lebih segar dalam tim Blibli.com. Dengan mengombinasikan budaya dari luar negeri yang menurutnya bagus untuk ditiru, dan disesuaikan dengan budaya di tanah air. “Saya berusaha mengombinasikan dua iklim kerja ini,” katanya.

Konsep mall online dianggap sebagai terobosan baru dalam memenangkan pasar ecommerce. Konsep inilah yang berhasil membangun citra Blibli.com semakin baik. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim yang berhasil ia bangun. Ia merasa klop dengan tim yang ia ajak dari nol itu.

Tercatat, Blibli.com sudah berkembang pesat tujuh kali lipat, sejak dari situs ini mulai dibangun. Diakui Kusumo, beragam cara yang dilakukan tidak lepas dari strategi yang baik dalam mengambil posisi berada di tengah pasar online. “Dengan menyasar sektor unit kecil dan menengah (UKM), menjadi terobosan baru dalam mendapat hati semua kalangan pembeli online,” katanya menutup obrolan. (MCF).

Untuk kelanjutan bagaimana Kusumo Martanto berhasil mendirikan sebuah perusahaan Starup tersukses di indonesia tunggu artikel selanjutnnya, See you Tomorrow....


Read More

Ingat nama William Tanuwijaya, ingat Tokopedia (Part 3)

  No comments
2:16 AM

            Setelah beberapa kali saya memuat artikel tentang perusahaan Startup Tokopedia sendiri yang memuat tentang pendiri tokopedia itu sendiri dan ide membuat gagasan dari pendirian tokopedia kini saya ingin menulis sebuah artikel tentang bagaimana Perusahaan Startup Tokopedia sendiri mendapat modal serta bagaimana perusahaan itu mendapatkan investasi dari berbagai peruisahaan lainnya sebelum perusahaan Startup tokopedia sendiri seperti sekarang.


            Dalam perkembangannya perusahaan tokopedia sendiri pada artikel sebelumnya sudah menjelaskan bagaimanasusahnya william tanuwijaya mencari modal bersama rekannya, lalu bagimana mencari modalnya??? Silahkan baca pada tulisan dibawah ini :

Sulit mencari Modal dari para Peusahaan Ternama

            Setelah bertahun – tahun mengembangkan ide, lalu muncul gagasan sebuah perusahaan Startup Tokopedia lalu William Tanuwijaya bersama rekannya mencari modal untuk mendirikan perusahaan tersebut, berbekal tekad kuat, ia dan rekannya menceritakan seluruh idenya kepada atasan tempat William bekerja saat itu. Harapannya agar bisa diberi bantuan modal untuk merealisasikan mimpinya, namun karena melihat latar belakang yang dirasa belum pas, sejumlah orang meragukan kesuksesan William, apalagi untuk memberikan modal, tapi dengan giat William dan rekannya selalu berusaha dengan giat mencari modal tersebut, selama dua tahun saya mencari modal, para investor menganggapnya bahwa latar belakangnya yang seorang mahasiswa pada jurusan tentang nusantara Indonesia-lah yang membuat semua investor ragu, karena tidak pas dengan apa yang dicita – citakan. Akhirnya bos pada perusahaan ia bekerja yang memberi modal 10 % kepada William dan rekannya agar semua impian yang ingin dibangun oleh william dan rekannya sendiri tercapai lalu, setelah itu semuannya berubah seiring perkembangan majunya teknologi, ide gila yang dulunya dianggap tidak masuk akal oleh William dan rekannya sendiri berhasil di impikannya.

Investasi yang selalu masuk pada Perusahaan Startup Tokopedia

            Setelah modal yang cukup akhirnya William dan rekannya dapat membangun perusahaan tersebut, dengn modal yang dikasih oleh bos dari perusahaan sebelumnya itu akhirnya berdiri, setelah itu banyak investor yang berdatangan, salah satunya East Ventures, William mengungkapkan, saat awal berdiri, 90 persen saham di Tokopedia dimiliki oleh investor lokal. Ia mengaku sulit sekali meyakinkan para investor untuk mau berinvestasi karena mereka khawatir Tokopedia 'kabur' setelah diberi suntikan dana, setelah itulah william banyak melakukan lobi – lobi pada investor lain agar semua dapat mempercayai perusahannya tersebut.

            Namun kini, Tokopedia banyak mendapat suntikan dana dari asing., setiap tahun sejak tahun 2010, Tokopedia sendiri selalu mendapat investasi yang masuk diantaranya  dari East Ventures (pada 2010), CyberAgent Ventures (2011), Beenos (2012), dan SoftBank (2013), dari tahun demi tahun akhirnya investor mau mengasih modal pada perusahaan tersebut dan sampai sekarang diantarnya yang selalu mengasih modal kepada perusahaan William diantaranya SoftBank dan Sequoia Capital pada Oktober 2014 senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun. William mengklaim, investasi kepada perusahaannya ini merupakan yang terbesar bagi perusahaan internet Indonesia dan Asia Tenggara.


            William tanuwijaya sendiri merupakan salah satu pemimpin yang menaruh perhatian besar pada pengembangan keahlian sumber daya manusia, dalam menghadapi pasar dan kompetitor asing, William mengaku bahwa mereka memiliki 'dapur' teknologi dan ekosistem lebih mumpuni dari pada perusahaan lainnya sehingga Selama lima tahun berdiri, Tokopedia berhasil menjadi mal online sukses yang membantu UKM mengembangkan usaha mereka.

            Menurut William Tanuwijaya sendiri bukan tidak mungkin jika Tokopedia akan membangun Googleplex di masa depan. Indonesia juga harus bisa ciptakan Silicon Valley-nya sendiri," serunya.

Read More

Wednesday, December 14, 2016

Ingat nama William Tanuwijaya, ingat Tokopedia (Part 2)

  No comments
3:39 AM

Setelah pada artikel sebelumnya membahas tentang mas kecil dan ide dari perkembangan perusahaan startup Tokopedia, lalu pada artikel ini saya ingin membahas tentang William Tanuwijaya sendiri mengembangkan sebuah perusahaan startup yan bernama Tokopedia itu sendiri bagaimana william sendiri membuat tokopedia menjadi maju seperti sekarang.



William Tanuwijaya Mendirikan Tokopedia

Perusahaan Startup Tokopedia sendiri berkembang pada saat william tanuwijaya pada saat perkembangan startup lagi maju majunya, lalu dengan hasil kerja kerasnnya bersama rekan dan team usaha William Tanuwijaya selama dua tahun akhirnya membuahkan hasil, tepatnya pada tanggal 6 Februari 2009,perusahaan tokopedia sendiri menemui titik terang dengan berdirinya Perusahaan Statrup tokopedia yang diresmikan pada hari kemerdekaan Indonesia, tepatnnya pada tanggal 17 Agustus 2009.

Tokopedia resmi diluncurkan ke publik setelah banyak mendapatkan suntikan dana dari pada Investor dan juga bos di tempat kerjanya, Bahkan perusahaan  Tokopedia sendiri mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan  e-commerce terbaik di Indonesia dari Bubu Awards, lalu perusahaan tokopedia sendiri terus mengalami perkembangan pesat pada akhirnnya banyak investor masuk ke perusahaan Tokopedia tersebut, mengingat perkembangannya sangat baik, seperti , East Ventures tahun 2010, Cyber Agent Venture di tahun 2011, Beenos di tahun 2012 dan Softbank pada tahun 2013. Tokopedia buatan William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison terus menerus berkembang, bahkan pada akhir tahun 2014, Tokopedia mendapatkan kucuran dana untuk modal sebesar 100 Juta Dollar dari Softbank Internet yang juga memodali Alibaba serta Sequoia Capital yang juga pernah memodali Google dan Apple dan Instagram, William Tanuwijaya kemudian sekarang ini menjadi CEO perusahaan Tokopedia serta Leontinus Alpha Edison menjadi COO Tokopedia. Hingga kini tokopedia terus menerus berkembang pesat berkat usaha pantang menyerah William Tanuwijaya dan rekannya Leontinus Alpha Edison.


            Tokopedia kini menjadi salah satu perusahaan rintisan yang sukses. Tapi siapa sangka, salah seorang pendiri perusahaan tersebut, William Tanuwijaya mengaku sempat dianggap remeh oleh orang sekitarnya, banyak kisah yang mengiringi keberadaan Tokopedia setelah lima tahun berdiri. William yang kini menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut, menuturkan beberapa cerita menarik yang sarat dengan kerja keras, seperti 

"Saya dianggap punya mimpi ketinggian. Apa yang mau saya capai dibilang muluk-muluk," ujar William Tanuwijaya

           kutipan itu dibilang bisa benar karena William Tanuwijaya sendiri tumbuh besar di lingkungan keluarga yang tidak berpengalaman berbisnis, ia juga sebelumnya berkarir sebagai seorang karyawan selama 10 tahun lamanya oleh karena itu orang menganggapnya mempunyai mimpi ketingian.

Setelah artikel ini saya akan memuat artikel tentang modal yang didapat untuk mendirikan Perusahaan Tokopedia dan Investasi yang berkembang pada perusahaan tersebut, See you Tomorrow.....

Lihat - lihat ke Website Otobiografi lainnya pada Website Otobiografi


Read More

Tuesday, December 6, 2016

Ingat nama William Tanuwijaya, ingat Tokopedia (Part 1)

  No comments
6:30 PM

Akhir – akhir ini banyak perusahaan yang lagi genjar – genjarnya membuah perusahaan startup, perkembangan stratup di indonesia banyak dihuni pada kalangan barang dan jasa, seperti tokopedia, perkembangan tokopedia sendiri sekarang lagi bagus, melalui william tanuwijaya tokopedia sendiri sekarang tokopedia menjadi peerusahaan maju dan berkembang pesat, berikut profil dari william tanuwijaya.



William Tanuwijaya, Ia dikenal sebagai Pendiri Tokopedia bersama Leontinus Alpha Edison. William Tanuwijaya lahir di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara pada tanggal 18 November 1981, william sendiri  sejak kecil sangat rajin dan pintar, keseharian william tanuwijaya sendiri dia seorang yang ulet dari SD sampai SMA sendiri ia bersekolah di tempat kelahirannya di pemantang siantar, walaupun dia dari kalangan yang kurang mampu william sendiri selama 18 tahun di kampung halamannya, selalu bekerja keras untuk lulus dari Sd sampai SMA, setelah lulus SMA ia kemudian memberanikan diri untuk berangkat ke ibukota untuk kuliah. William sendiri mengambil kuliah di sebuah universitas di jakarta yaitu di Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta, dia bukan dari orang yang mampu, keseharian william sendiri pada saat kuliah ia banyak mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan kuliannya, william sendiri prinsipnya tidak ingin merepotkan kedua orang tuannya, sampai – sampai dia bekerja di sebuah warnet di dekat kosnnya, pekerjaannya itu tidak diambil pada waktu kuliah melainkan pada waktu malam hari sekitar pukul 9 Malam hingga jam 9 pagi mengikuti jadwal kuliahnnya.

Kami percaya kesuksesan itu hanya bisa diraih dengan cara membantu orang lain menjadi Sukses, William Tanuwijaya ( CEO Tokopedia ).


Setelah lulus dari kampusnya yaitu BINUS, ia kemudian bekerja di sebuah kantor yang bergerak dibidang pengembangan software komputer. Namun lama kelamaan mulai terbesit ide dipikiran William Tauwijaya untuk mendirikan perusahaan sendiri. Dimana mimpinya adalah mempunyai perusahaan Internet sendiri pada bidang perjasaan. Pada tahun 2007 ia mulai terbesit ide yaitu membuat sebuah perusahaan Startup, diamana ide tersebut lahir ketika william menjadi moderator dalam forum online Kafegaul yang mempunyai fasilitas jual beli, lalu william ingin membuat semacam perusahaan jual – beli, lalu terbesitlah sebuah ide perusahaan Startup yang ia beri nama TOKOPEDIA.


Munculnya Ide Mengenai Tokopedia

Munculnya ide dari Startup Tokopedia sendiri dimulai dari William Tanuwijaya mengajak rekannya temannya yang bernama Leontinus Alpha Edison untuk mendirikan perusahaan Startup Tokopedia, yaitu sebuah startup jual beli online yang menghubungkan penjual dan pembeli diseluruh Indonesia dengan biaya yang standart dan tidak membebani penjual maupun pembeli, mendirikan sebuah perusahaan tidaklah mudah begitulah yang dilakukan William dan rekannya Leontinus Alpha Edison dia mencari dana sangatlah sulit, keadaan makin sulit ketika ayah dari William sendiri mengidap penyakit kanker, sehingga ia menjadi tulang punggung mencari nafkah untuk keluarga.



Sadar bahwa idenya pasti berhasil, william sendiri  kemudian berusaha untuk mencari pendanaan atau modal untuk mengembangkan usahanya tersebut belajar dari Google dan Facebook, bagaimana cara mendidirikan melalui pendanaan untuk startup melalui perusahaan ventura (pemodal).

William Tanuwijaya sendiri kemudian mendatangi satu persatu orang yang ia kenal untuk  meminjam modal dari  idenya tersebut. Dari bos di tempat kerjanya hingga kenalan teman-teman bosnya. Ia kemudian mulai menceritakan mengenai Tokopedia, sebuah pasar online atau e-commerce tempat bertemunya penjual dan pembeli dari seluruh Indonesia, dimana orang-orang dapat memasarkan produk-produk mereka keseluruh Indonesia melalu Tokopedia. Tokopedia juga menjadi perantara jual beli online yang aman bagi penggunanya. Sehingga idenya tersebut dapat memecahkan masalah Marketplace yang dialami di Indonesia.

            Selama dua tahun, ia bekerja keras terus menerus mencari investor untuk membiayai ide 'Tokopedia' nya tersebut. Banyak investor yang menanyakan pengalaman William Tanuwijaya dalam berbisnis. Banyak juga yang menganggap bahwa mimpinya terlalu tinggi.  Disinilah modal mengenai kepercayaan menurutnya itu sangat penting, sebab sangat sulit menurutnya untuk mendapatkan kepercayaan orang lain apalagi untuk memulai bisnisnya tersebut. Semua ia lakukan dari Nol untuk membangun bisnisnya tersebut,

Untuk kelanjutan bagaimana william tanuwijaya dan rekannya berhasil mendirikan sebuah perusahaan Starup tersukses di indonesia tunggu artikel selanjutnnya, See you Tomorrow.....

Lihat - lihat ke website Otobiografi lainnya pada website Otobiografi

Read More