Tuesday, November 29, 2016

8 Kebijakan Unik Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta

  No comments
6:41 AM


8 Kebijakan Unik dari Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta (Part 1)

Pada postingan saya sebelumnya, saya menuliskan perjalanan Dedi Mulyadi mulai dari SD hingga menjadi Bupati, Jika anda belum membacanya silahkan klik disini

Ketika menjabat sebagai Bupati Purwakarta hingga sekarang, Dedi Mulyadi banyak mengeluarkan kebijakan- kebijakan yang bisa dibilang unik. Berikut adalah kebijakan-kebijakan unik dari Dedi Mulyadi:

1.    Mematikan Lampu pada saat Bulan Purnama

Kebijakan Unik Bupati Purwakarta melarang untuk menyalakan lampu ketika bulan purnama
sumber : https://goo.gl/FgjGle

Biasanya masyarakat sering mengkomplain PLN jika listrik dipadamkan namun Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta mempunyai kebijakan unik yaitu mewajibkan wilayah yang dia pimpin untuk mematikan lampu jika Bulan Purnama. Namun kebijakan unik ini bukan karena mistis atau sebagainya, alasannya adalah agar masyarakat lebih menikmati keindahan alam khususnya bulan Purnama tersebut. Kebijakan unik Dedi Mulyadi mewajibkan untuk mematikan lampu dari magrib hingga jam 9 malam dan yang dimatikan adalah lampu teras dan penerangan jalan umum.


2.   Dilarang Curhat dan Memposting yang tidak bermutu di Media Sosial

Kebijakan Unik Bupati Purwakarta  tidak boleh curhat di sosial media
sumber :https://globalvoices.org/wp-content/uploads/2012/08/social-media-block-375x247.png


Kebijakan unik kedua adalah dilarang untuk  curhat atau menggunakan social media secara berlebihan. Kebijakan unik ini berlaku untuk pejabat dan tenaga pengajar di Purwakarta.  Sanksi yang diberikan jika kebijakan unik ini dilanggar adalah mendapat surat teguran dari Dedi Mulyadi.



3.   Remaja dibawah 17 tahun tidak Boleh Pacaran

Kebijakan Unik Bupati Purwakarta dilarang pacaran dibawah 17 tahun
sumber:https://datinginsightindonesia.files.wordpress.com/2014/05/no-kids-date.jpg?w=714

Kebijakan unik ini dilakukan untuk melindungi generasi muda Purwakarta agar terbebas dari nikah mudah.
"Untuk yang berpacaran, nanti kita lihat usianya, kalau di bawah 17 tahun kita kembalikan ke orang tuanya. Anak di bawah umur tidak boleh pacaran" kata Dedi Mulyadi


4.   Kebijakan Desa Berbudaya, Anak Usia Sekolah SD, SMP, dan SMA dilrang berkeliaran diluar rumah diatas 21.00.

Kebijakan Bupati Purwakarta dilarang keluar malam
sumber:https://ranovgoblog.files.wordpress.com/2013/02/anak-tv.jpg

Kebijakan unik ini mewajibkan agar anak sekolah harus sudah berada dirumah setelah jam 9 malam. Kebijakan ini didukung dengan disediakannya CCTV disetiap sudut desa dan juga ada tim- tim khusus yang melakukan penjagaan atau pengawasan aktivitas warga.
“Nah lalu kita atur juga tata adab desa. Nanti ada CCTV dan pos keamanan, semua tamu yang keluar-masuk Purwakarta harus didata. Lalu untuk kunjungan ke rumah tidak boleh di atas jam 9 malam, jadi tidak hanya dalam konteks berpacaran” Dedi Mulyadi

SELANJUTNYA SILAHKAN KLIK DISINI

Sumber :


Read More

Joko Purwadi : Pengabdi Kaum Disabilitas / Part3

  No comments
4:44 AM



baca dulu part1 dan part2
Hasil karya disabilitas
Gambar diatas merupakan salah satu hasil karya penyandang disabilitas di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri yang di ketuai oleh Joko Purwadi

Dunia memberikan cerita yang berwarna kepada Joko. Saat melakukan dinas di Samarinda, Joko berhasil mendaftar dan meluluskan dirinya sebagai Sarjana Bidang Jurnalistik di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Mahakam. Begitulah kisah pendidikan perguruan tinggi Joko Purwadi. Tentu saja perjuangan nya dulu tidak semudah seperti perjuangan membaca dan membayangkan nya dari tulisan ini.
Sebagai seorang militer, tugas pertama yang di tanggung Joko adalah menjadi perwira Pembina mental. Sudah pasti tugasnya adalah membina mental para prajurit untuk memiliki jiwa korsa dan cinta tanah air. Hal ini sesuai dengan disiplin ilmu yang dikuasai oleh Joko. Karena seorang prajurit tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan fisik yang baik dan jitu menembak musuhnya, harus lah mental yang berani mereka miliki juga. Ia menjalani tugasnya di Samarinda, Ibu Kota Kalimantan Timur.
Kehidupan Joko selama menjadi penggembleng mental prajurit bukan sepenuhnya penuh ketegasan dan kedisiplinan ala militer Indonesia. Disisi lain, setelah ia menjalani dinas selama enam bulan, ia menikahi gadis cantik idaman nya. Gadis yang dikenalnya sedari dulu, sejak ia mengenyam pendidikan di Kampus Kateketik Pradnyawidya Yogyakarta. Dengan penuh ketulusan dan kejujuran Joko mengaku tidak pandai mencari pacar, maka dari itu teman wanita satu kampus sendiri yang bisa ia jadikan kekasih. Dengan sedikit tertawa, mungkin geli akan dirinya sendiri beberapa tahun yang lalu Joko menceritakan hal itu. Rosa Ariwati. Nama wanita yang diceritakan Joko sedari tadi yang juga istri setianya. Wanita Kologendang, Ngawen, Muntilan yang lahir pada 5 Agustus 1962. Yang menjadi ibu dari tiga anak Joko. Mengikat janji suci setia sebaga suami istri pada tanggal 29 Januari 1986. Dengan Muntilan – daerah di utara Kabupaten Magelang - tempat kelahiran sang istri tercinta yang menjadi saksi sumpah setia mereka berdua. Begitu hafal dan fasihnya ia mengingat dan menceritakan pernikahan nya 30 tahun silam.
Hanya sedikit hal yang diceritakan Joko mengenai kisah asmara dan keluarganya. Setelah bernostalgia dengan gelora cinta dirinya sewaktu muda, Joko kembali menjelajahi ingatan nya. Satu per satu ia jumputi kenangan hidup nya. Kembali ia menceritakan tentang pengalaman nya sebagai seorang prajurit. Pada saat bercerita, Joko yang sedang membersihkan manik - manik merah dari kotoran menggunakan cutter itu nampak begitu tenggelam. Tenggelam pada masa lalu, seakan ia sedang berdiri pada waktu yang telah lampau itu. Pandangan matanya begitu dalam hanya untuk seorang yang sedang membersihkan manik – manik. Ia membawa pendengar cerita nya dan juga dirinya sendiri pada tugas nya yang terakhir di Timor Timur.
Ia menegaskan, bahwa tugas dinas terakhirnya di Timor Timur adalah satu yang paling berkesan. Jika dirangkai ulang tanpa bermaksud mengubah pokok pikiran Joko begini ceritanya : pada saat itu ia sedang bertugas di Timor Timur dan bertepatan dengan diadakan nya Referendum, yang mana Timor Timur akan diberikan pilihan lebih besar otonomi dalam Indonesia atau merdeka. Timor Timur adalah daerah yang menjadi rebutan negara negara penjajah. Ialah Belanda, kemudian Portugal setelah berhasil merebut dari Jepang pada saat Perang Dunia II. Sesuai background nya sebagai seorang jurnalis, Joko menampung para wartawan di tempat ia berdinas. Waktu itu keadaan begitu chaos. Hingga membuat sulit nya bagi Joko dan rekan wartawan untuk mendapatkan bahan makanan. Bahkan uang tidak bisa digunakan hanya untuk sekadar membeli nasi. Karena memang pada saat itu tidak ada “warung yang buka”, kenang Joko. Para pejuang itu hanya bisa memakan mi instan dan ikan asin sebagai pengenyang perut mereka. Namun ditengah tengah ketidaknikmatan itu, salah watu wartawan senior Albert Kuhon berhasil membuat Joko mendapat kenangan terindah nya selama menjadi tentara. Albert Kuhon berkata kepada rekan seperjuangan nya sembari menikmati mi instan dengan paduan ikan asin, “ini adalah makanan paling enak yang pernah saya rasakan”. Kalimat sesederhana itu, berhasil menggoreskan kenangan yang mendalam di hati dan ingatan Joko.

Read More

3 Srikandi Bulutangkis Indonesia yang Mengharumkan Nama Bangsa

  No comments
1:24 AM




Dalam dunia bulutangkis, Indonesia adalah salah satu negara pengshasil pebulutangkis terbaik di Dunia. Pemain asal Indonesia kerap memenangkan mendali dikancah bulutangkis Internasional. Seperti Olimpiade, All England, SEA Games, Kejuaraan Dunia, dan masih banyak lagi. para atlit ini bahkan pernah menempatkan dirinya menjadi pemain terbaik nomor 1 di dunia. Tidak hanya putra, para pemain bulutangkis putri Indonesia pun sangat berprestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Disini saya akan membahas biografi 3 srikandi bulutangkis Indonesia yang mendunia versi saya.


    1. Susi Susanti

Siapa yang tidak kenal dengan Susi Susanti. Wanita kelahiran Tasik Malaya, 11 Februari 1971 ini adalah Srikandi bulutangkis Indonesia terbaik sepanjang masa. Susi Susanti adalah pemain bulutangkis wanita Indonesia pertama yang berhasil menjuarai tunggal putri cabang bulutangkis diajang Olimpiade, yang diselenggarakan di Barcelona pada tahun 1992. Dan berhasil mengawinkan gelar juara karena Alan Budikusuma yang tidak lain adalah pacar dari Susi Susanti juga berhasil menjuarai cabang tunggal putra di Olimpiade Barcelona pada saat itu.

Susi Susanti : "Sebagai pemain harus punya kemauan kuat dan tekad menjadi juara. Tentunya butuh perjuangan dan kerja keras untuk menjadi juara."

Selain itu prestasi lainnya yang berhasil diraih oleh srikandi bulutangkis Indonesia yang satu ini adalah berhasil menjadi juara di IndonesiaOpen pada saat awal karirnya pada tahun 1989. Lalu susi berhasil menymbangkan gelar Piala Sudirman untuk tim indonesia pertama kalinya dan belum pernah terulang sampai saat ini. Selain itu Susi juga berhasil menjuarai All England sebanyak 4 kali pada tahun 1990,1991,1993,1994. Dan bahkan menjadi Juara Dunia pada tahun 1993.




    2. Lilyana Natsir

Lilyana adalah srikandi bulutangkis Indonesia yang sangat berprestasi. Banyak mendali yang telah dia dapatkan. Seperti mendali perak SEA Games 2003, mendali emas di SEA Games 2007, 2009, 2011, Juara diajang China OpenSuper Series,  juara Indonesia Open Super Series 2008,  mendali emas Kejuaraan Dunia di Anaheim 2005, Kuala Lumpur 2007, dan di China 2013, serta yang terbaru adalah memenangkan kembali mendali emas pada ajang Olimpiade di Rio De Janeiro (2016) setelah yang terakhir adalah Susi Susanti pada tahun 1992.

          Moderator : Satu kata untuk Olimpiade RIO 2016?

                Lilyana      : Emas! 

Lilyana adalah anak bungsu dari pasangan Beno natsir dan Olly Maramisa dan memiliki seorang kakak bernama Cakista Natsir. Lahir di Manado 9 September 1985, Lilyana bergabung dalam sebuah klub bulutangkis di Manado pada tahun 1997. Dan pada saat usianya 12 tahun, srikandi bulutangkis Indonesia yang satu ini diterima masuk di PB Tangkas Jakarta. Dalam karir profesionalnya, srikandi bulutangkis Indonesia ini berpasangan dengan beberapa pebulutangkis hebat lainnya, seperti Tantowi Ahmad, Nova Widianto, Vita Marissa, Devin Lahardi, Eny Erlangga, dan Muhammad Rijal.



    3. Greysia Polli

Greysia polli adalah pebulutangkis putri yang lahir di Jakarta 11 Agustus 1987. Dia adalah anak dari pasangan Willy Polli dan Evie Pakasi. Awalnya dia dipasangkan dengan Jo Novita lalu digantikan dengan Nitya Krishinda.

Greysia : Rasa capek, lelah, tangis, latihan berat, semua pengorbanan terbayar sudah saat berdiri di podium dan melihat bendera merah putih berkibar.


Prestasi yang paling membanggakan dari srikandi bulutangkis Indonesia yang satu ini adalah Juara di ajang Asian Games di Korea Selatan pada tahun 2014. Selain itu greysia polli juga berhasil memenangkan mendali perak di SEA Games 2005, 2007, Malaysia Open 2007, Singapura Open 2007, SwissOpen 2014, dll. Dan srikandi bulutangkis Indonesia ini juga berhasil meraih emas Kejurnas  pada tahun 2003, 2007, 2009, dan juga diajang Filipina Open pada tahun 2006.



Tragedi Jatuhnya Pesawat Chapecoense FC
“Joe Taslim”, Aktor Laga Indonesia Yang Mendunia!
Baca juga biografi lainnya disini...

Read More

Monday, November 28, 2016

Biografi Ridwan Kamil (1) : Walikota Hits Bandung

  No comments
5:40 AM


" Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan. Tidak ada kemudahan tanpa doa. " - Kang Emil
 
         Minggu lalu saya sudah membahas mengenai Gubernur ganteng asal Jambi yaitu Zumi Zola dalam artikel “Gantengnya Gubernur Jambi”. Nah kali ini, saya akan membahas kehidupan sosok walikota Bandung yang tidak kalah gantengnya yaitu Ridwan Kamil
walikota bandung ridwan kamil, biografi kang emil, kang emil walikota bandung
Mochammad Ridwan Kamil,S.T, M.U.D ("Kang Emil")
Mochammad Ridwan Kamil,S.T, M.U.D atau sering dipanggil dengan “Kang Emil”, siapa yang tidak mengenal sosoknya? sosok Walikota Bandung yang terkenal dengan kebijakan-kebijakan yang menjadikan Bandung menjadi kota yang tertata mulai dari kota hingga masyarakatnya. Kang Emil menjabat sebagai Walikota Bandung mulai dari periode 2013-2018 dengan wakilnya yaitu Oded Muhammad Danial. Ia pun semakin terkenal saat akan dicanangkan untuk menjadi calon Gubernur Jakarta tahun ini, namun ia menolaknya.

Selain itu ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang supel, dekat dengan masyarakat dan pemuda Bandung karena gayanya yang cukup kekinian. Pria kelahiran Bandung, 10 Desember 1815 ini merupakan anak ke-2 dari 5 bersaudara dari pasangan Dr. Putra Atje Misbach Muhjiddin dan Dra. Tjutju Sukaesih
  • Riwayat Pendidikan


Dari SD hingga SMA Kang Emil menempuh pendidikannya di kota Bandung, ia bersekolah di SDN Banjarsari III Bandung (1978-1984), SMP Negeri 2 Bandung (1984-1987) dan SMA Negeri 3 Bandung (1987-1990). Kemudian ia melanjutkan pendidikan S-1 di Institut Teknologi Bandung (1990-1995) dengan jurusan Teknik Arsitektur, saat ia hampir menyelesaikan pendidikannya Ayahanda Kang Emil meninggal dunia, hal ini cukup mengguncang mental dan jiwa Kang Emil namun akhirnya ia berhasil bangkit kembali.
 walikota bandung ridwan kamil, biografi kang emil, kang emil walikota bandung
salah satu quote Kang Emil


Setelah lulus S-1, Kang Emil memulai karirnya sebagai arsitektur di AmerikaSerikat, namun sayangnya hanya berkisar 4 bulan ia harus berhenti bekerja karena krisis moneter yang melanda Indonesia. Meskipun pengangguran Kang Emil tidak langsung pulang ke Indonesia ia tetap bertahan di Amerika sampai akhirnya ia mendapat beasiswa S-2 di University of California Berkeley.
  • Pribadi Kang Emil

Kang Emil kecil hidup dalam kesederhanaan untuk bersekolah Kang Emil harus mau naik angkot dan berjalan kaki, sementara untuk lauk sarapan, ia harus membagi telur dadar menjadi 5 bagian agar bisa dinikmati semua anggota keluarga.
walikota bandung ridwan kamil, biografi kang emil, kang emil walikota bandung
Contoh es mambo yang dijual Kang Emil
Kang Emil dikenal sebagai sosok yang aktif dan cerdas, saat masih duduk di bangku sekolah Kang Emil selalu masuk  peringkat 5 besar dan aktif di berbagai organisasi diantaranya OSIS, Paskibraka dan Klub Sepak Bola. Ia juga suka berimajinasi sambil melihat berbagai foto kota-kota yang berada di luar negeri. Kang Emil juga mempunyai jiwa kewirausahaan yang tinggi, saat ia masih duduk di bangku SD, ia pernah berjualan es mambo. Saat kuliah pun ia juga membuat ilustrasi cat air/maket untuk dijual ke dosen.

Berkat berjualan animasi itulah Kang Emil mendapatkan jodoh.....................................................................................


           Bagaimana Kang Emil bisa mendapatkan jodoh ? bagaimana ia bisa bertemu dengan ibu Atalia ? Penasaran ? tunggu kelanjutan kisahnya....


Dan untuk membaca kisah-kisah menarik lainnya, silahkan baca disini.

Read More