Friday, December 16, 2016

Sartono sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

  No comments
Sartono sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

"Tiada kata yang dapat  kami ucapkan kepadamu selain ucapan terima kasih guruku, terima kasih atas segala ilmu yang telah kau berikan kepada kami selama ini."
Sartono lahir di madiun,  jawa timur pada tanggal 29 Mei 1936 dan beliau wafat pada tanggal 1 september 2015 pada usia 79 tahun. Sartono adalah pencipta lagu hymne guru tanpa tanda jasa.Sartono mulai bermain music sejak remaja. Beliau tidak sempat melanjutkan pendidikan SMAnya karena ayahnya meninggal. Akhirnya beliau selalu aktif belaar music secara otodidak. Setelah beberapa tahun sartono pun diminta agar menjadi guru music di SMP katolik santo bernandus di madiunn
Musik adalah bagian hidup dari sartono. Meski sibuk mengajar serta bermain musik bersama band-nya dan Korps Musik Ajenrem,.Beliau sempat membuat sebuah lagu yang Karyanya yang sangat popular hingga kini yaitu lagu Hymne Guru, Pahlawan tanpa Tanda Jasa. Lagu ini memenangi lomba dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 1980.
Awal penciptaan lagu ini bisa dibilang tidak sengaja. Karena pada tahun 1980 ditengah perjalan secara tidak sengaja beliau membaca Koran mengnai sayembara penciptaan sebuah lagu untuk guru yang diselenggarakan oleh Depdiknas dengan hadiah pemenang sebesar Rp.750.000,00. Waktu yang tersisa dua pekan, untuk merampungkan lagu.



Sartono pada saat itu tidak dapat membaca sebuah not balok tetapi beliau tidak menyerah dan beliau akan mencermati seperti apa sebenarnya sebuah guru tersebut.Waktu sudahh dekat ke deadline tetapi beliau belum juga menyelesaikannya da syairnya pun masih acak acakan
Awal lagi yang diciptakan Sartono terlalu panjang dan akan menjadi lagu yang lebih dari empat menit. Padahal pada saat itu lagu tidak boleh lebih dari empat menit akhirnya sartonopun berkali kali merevisi syair mana yang akan dibuang dan dipakai Hingga muncullah istilah pahlawan tanpa tanda jasa . “guru itu juga pahlawan tetapi selepas mereka berbakti tak satu pun ada tanda jasa menempel pada mereka , seperti yang ada pada polisi maupun tentara “ kata sartono.


Pada saat itu lagu sudah selesai namun terdapat sedikit masalah yaitu mengirikan syair tersebut kejakarta. Karena beliau tidak memiliki uang maka beliau menjual jas yang beliau miliki untuk biaya mengirmkan surat ke Jakarta. Namun itu tidak sia sia sartono memenangkan sayembara pembuatan lagu tersebut dan berhasil mendapatkan uang senilai Rp.750.000,00.

"lagu HYMNE GURU "

No comments :

Post a Comment